BulelengHeadlines

Pos Sekat di Perbatasan Buleleng Segera Dicabut, Kasus Positif Tambah Dua Orang

Denpasar, LenteraEsai.id – Pos Sekat yang didirikan pada 23 Juni lalu di Labuhan Lalang, Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng akan segera dicabut keberadaannya.

Pencabutan akan dilakukan pada Kamis, 23 Juli 2020 sesuai dengan janji Bupati Buleleng yang mendirikan pos tersebut selama satu bulan, kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng Drs Gede Suyasa MPd saat melakukan jumpa pers secara virtual di ruang kerjanya, Rabu (22/7).

Lebih jauh Gede Suyasa mengatakan bahwa keberadaan Pos Sekat tersebut secara prinsip tidak menemukan persoalan yang berarti. Dari 186 rapid test yang dilakukan terhadap pelaku perjalanan antarkabupaten, hanya 1 orang yang terkonfirmasi Covid-19.

Di samping itu, sesuai Surat Edaran Provinsi Bali dan revisi ke-5 Keputusan Menteri Kesehatan yang menyatakan tidak akan ada lagi rapid test, maka keberadaan Pos Sekat di perbatasan kabupaten menjadi tidak evektif lagi, ucapnya.

“Pihak provinsi kini hanya melakukan pengetatan di pelabuhan-pelabuhan, dengan penerapan protokol kesehatan terhadap para pelaku perjalanan antarwilayah provinsi saja,” katanya menjelaskan.

Sementara itu dalam perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa memaparkan adanya penambahan pasien positif sebanyak 2 orang, yaitu PDP 153 dan PDP 155 dari Kecamatan Buleleng,  sehingga secara akumulatif menjadi 122 orang.

Untuk pasien sembuh hatri ini 1 orang, yaitu PDP 144 dari Kecamatan Buleleng yang telah menjalani perawatan selama 6 hari dengan 4 kali swab, sehingga secara akumulatif pasien sembuh sebanyak 107 orang, ujarnya.

Mengenai pasien meninggal dunia dikatakan tetap 1 orang, sedang yang dirawat di RS Buleleng sebanyak 14 orang. Kemudian PDP negatif/non Covid-19 terakumulasi 30 orang, PDP terkonfirmasi  13 orang,  dan PDP dirawat saat ini 4 orang.

Lalu ODP kumulatif  128 orang, yang masih dipantau di Buleleng  2 orang, selesai masa pantau 115 orang, ODP terkonfirmasi 11 orang. Kemudian ada OTG kumulatif sebanyak  2.388 orang, selesai masa pantau 1.933 orang, dikarantina mandiri 357 orang, karantina di RS Giri Emas nihil

Selanjutnya OTG terkonfirmasi 98 orang, serta jumlah kumulatif terhadap pelaku perjalanan wilayah terjangkit dan transmisi lokal sebanyak 4.206 orang, ujar Gede Suyasa, menjelaskan. (LE-BL)

Lenteraesai.id