Kaki Patah Dipasang Pen, Petani Bunutan Tak Henti Menanggung Kesakitan

Wayan Ripa, petani yang tinggal di Banjar Dinas Canguang, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem

Karangasem, LenteraEsai.id – Nasib malang seolah tak henti menghampiri kehidupan Wayan Ripa (60), salah seorang petani penggarap yang kakinya patah sejak beberapa tahun lalu.

Mirisnya, setelah kaki patah, petani yang tinggal di Banjar Dinas Canguang, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem ini harus mengalami cacat seumur hidup, sehingga tidak lagi bisa mencari nafkah untuk hidup sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Ketika baru-baru ini memberikan keterangan pada awak media, Ripa menceritakan awal musibah yang dialaminya. Suatu hari ketika memanjat pohon mencari daun untuk kebutuhan pakan ternak, tiba-tiba terpeleset jatuh hingga kaki patah.

“Saya mengalami musibah, tulang kaki bagian betis patah gara-gara jatuh, sehingga saya sempat dirawat di rumah sakit selama delapan bulan. Sejak itu, kaki saya ditancapi pen, yang selalu membuat saya kesakitan tidak bisa tidur setiap malam,” ujar Ripa dengan wajah nelangsa, seraya menunjukkan paku-paku pen yang menancap di kakinya.

Ripa mengaku bingung, pemasangan pen yang dikatakan untuk bisa menormalkan kondisi tulangnya yang patah, malah selama ini menjadi beban derita kesakitan yang berkepanjangan.

Ia melanjutkan, ketika pulang dari rumah sakit, keluarganya tidak mampu lagi membawa ke rumah sakit untuk kontrol karena keterbatasan biaya dan ketiadaan transportasi.

Ripa berharap ada pihak-pihak yang berempati dan memberikan bantuan agar ia dapat beraktivitas seperti ke kebun atau memelihara ternak sapi, atau paling tidak menghilangan derita kesakitan yang tiap hari harus ditanggungnya.

Sementara itu, Ketut Ping sebagai perwakilan dari Yayasan Remagi dan Yayasan Kita Peduli menyatakan keprihatinan atas nasib malang yang dialami Wayan Ripa. “Kasihan sekali, mengingat kondisi ekonomi keluarganya juga susah,” ujarnya.

Ketut Ping menyebutkan bahwa pihaknya telah mengulurkan bantuan semampunya, sembari mengharapkan adanya dermawan lain yang dapat mengulurkan tangan untuk membantu keluarga Wayan Ripa.

“Jika perlu petunjuk untuk menengok dan membantu, kami siap memberikan informasi selengkapnya melalui nomor WA: 081916254990,” ujar Ketut Ping, menambahkan. (LE-KR)

Pos terkait