judul gambar
BangliHeadlines

Disuruh Putar Balik, Jika Berpiknik ke Kintamani Tidak Bawa Hasil Rapid Test

Bangli, LenteraEsai.id – Langkah Pemerintah Kabupaten Bangli untuk mencegah merebaknya Virus Corona atau Covid-19 terbilang tidak main-main, antara lain dengan memberlakukan aturan bahwa pengunjung yang hendak berpiknik ke Kintamani wajib menunjukkan hasil negatif rapid test.

Aturan tersebut diberlakukan, menyusul belakangan ini objek wisata Kintamani sering mendapat sorotan terkait ramai dikunjungi wisatawan domestik di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Saat ini objek wisata di Bangli belum ada yang resmi dibuka. Nanti diwacanakan tanggal 9 Juli 2020, baru objek wisata di Bangli akan dibuka. Nah, sebelum ada pembukaan resmi objek wisata, maka bagi wisatawan yang datang ke Bangli wajib tunjukkan hasil rapid test,” ujar Bupati Bangli I Made Gianyar, ketika memberikan keterangan pers pada Selasa (23/6/2020).

Selanjutnya, Bupati Made Gianyar menegaskan, barang siapa yang datang untuk berpiknik ke Kintamani namun tidak dapat menunjukkan hasil negatif rapid-rapid, maka akan disuruh untuk putar balik. “Jadi petugas yang siaga akan menyuruh balik kanan. Dengan kata lain, tidak mengizinkan seseorang yang tanpa negatif rapid test masuk ke objek wisata Kintamani,” katanya, menegaskan.

Sementara itu, pengecekan hasil rapid test dilakukan pada pintu-pintu masuk kawasan Kintamani, yakni pada loket-loket yang sebelumnya dipakai untuk memungut retribusi objek wisata.

Menurut Bupati Made Gianyar, ada beberapa jalur menuju objek wisata Kintamani. Terkait dengan hal ini, maka petugas akan dimaksimalkan sehingga tidak ada yang lolos hendak ke Kintamani tanpa menunjukkan hasil rapid test.

“Kalau penduduk lokal yang hendak sekedar melintas di Kintamani, ya cukup menunjukkan KTP saja,” ujar Bupati Made Gianyar didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa.  (LE-BL)

Lenteraesai.id