Pasar Galiran Ditutup Tiga Hari, Ribuan Pedagang Akan Di-Rapid Test Massal

Pasar Galiran Klungkung

Klungkung, LenteraEsai.id – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwitra akhirnya mengambil keputusan untuk menutup sementara Pasar Umum Galiran selama tiga hari. Penutupan akan dilakukan mulai hari Senin (22/6) sampai dengan Rabu (24/6). Keputusan ini disampaikan Bupati Suwirta usai memimpin rapat di ruang rapat Bupati Klungkung, Jumat (19/6/2020).

Rapat dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra, Kadiskes dr Ni Made Adi Swapatni, Kalak BPBD Putu Widiada, Kadiskop UKM dan Perdagangan Wayan Ardiasa dan instansi terkait.

Bacaan Lainnya

Menurut Bupati Suwitra, penutupan Pasar Umum Galiran dilakukan sebagai langkah untuk memutus penyebaran Covid-19, di mana belakang ini telah terjadi peningkatan. “Untuk memutus penyebaran di pasar, pasar akan kami tutup sementara selama tiga hari,” ujar Bupati Suwitra.

Lebih lanjut, selama pasar ditutup akan dilakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh. Dinas Kesehatan juga akan melakukan rapid test massal terhadap para pedagang tetap dan buruh angkut pasar Galiran. Dari 1.700 pedagang, 1.500 di antaranya akan dilakukan rapid test bergilir selama tiga hari. Sementara 200 pedagang lainnya sudah menjalani rapid test sebelumnya. Untuk pedagang lancuban ber-KTP Klungkung juga akan dilakukan rapid test.

Sementara untuk pedagang tidak tetap, pedagang lancuban dan pedagang bermobil dari luar Klungkung diimbau untuk melakukan rapid test didaerah masing-masing. “Di saat dilakukan rapid test agar semuanya hadir, khususnya para pedagang tetap. Jika tidak memiliki surat keterangan rapid test, termasuk pedagang luar dari Kabupaten Klungkung, kita tidak akan memberikan jualan dipasar,” tegas Bupati Suwitra.

Bupati menambahkan, selama sterilisasi pasar itu pula pihaknya menugaskan dinas terkait untuk memasang tempat cuci tangan, melengkapi infrastruktur yang kurang dan pembenahan sirkulasi pasar. Gang-gang yang ada di pasar akan dibuka dan dibersihkan agar tidak lagi dipenuhi barang.

“Ketika penutupan usai dan kita kembali membuka pasar secara normal, penjual dengan pembeli jaraknya bisa terjaga dengan baik,” ujarnya. (LE-KL)

Pos terkait