judul gambar
AdvertorialGianyarHeadlines

Gatriwara Bagikan Bantuan Kepada Tiga Yayasan Disabilitas di Kabupaten Gianyar

Gianyar, LenteraEsai.id – Istri-istri anggota DPRD Gianyar yang tergabung dalam wadah Gatriwara mengadakan program peduli kasih dengan menyambangi para penyandang disabilitas di tiga yayasan di Kabupaten Gianyar, Senin (15/6).

Pada kesempatan itu, Ketua Gatriwara Gianyar Ny Tagel Winarta berkunjung bersama-sama dengan Bupati Gianyar Made Mahayastra, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster dan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny Surya Adnyani Mahayastra.

Ny Tagel Winarta mengatakan bantuan ini merupakan program peduli kasih Gatriwara kepada para penyandang disabilitas yang ada beberapa yayasan di Kabupaten Gianyar.

Yayasan yang siang itu sempat dikunjungi antara lain Cahaya Mutiara Ubud di Banjar Kawan Tengah Desa Tampaksiring, Yayasan Mutiara Hati Santi di Banjar Batulumbang Desa Bedulu, dan Yayasan Bali Dewata Way yang ada di Banjar Tibe Kauh Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan.

“Bantuan ini merupakan urunan dari kami anggota Gatriwara Gianyar. Ini merupakan rasa peduli kami pada warga berkebutuhan khusus yang ada di Kabupaten Gianyar,” kata Ny Tagel Winarta.

Selain bantuan sembako, pada kesempatan itu juga diserahkan 500 buah masker yang pengadaannya dari hasil kerja sama dengan TP PKK Kabupaten Gianyar.

Sementara itu, Ny Putri Suastini Koster juga ikut menyemangati para penyandang disabilitas. Menurut pendamping orang nomor satu di Bali itu, penyandang disabilitas tidak boleh berkecil hati dengan kondisi fisik dimiliki.

“Justru ini harus dijadikan semangat untuk bisa berprestasi, membuktikan bahwa fisik tidak menjadi halangan dalam hidup,” ujar Ny Putri Koster, memberi semangat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Cahaya Mutiara Ubud Ni Made Ratni mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan support yang diberikan. Diakuinya, pandemi memang memberi dampak yang cukup besar bagi kelangsungan hidup di yayasan ini.

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya bersama penghuni panti yang berjumlah 36 orang, tidak pernah patah semangat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka berkebun dengan menanam kebutuhan sehari-hari. Di samping itu juga, menurut Ni Made Ratni, mereka tetap berkegiatan dengan membuat kerajinan tangan.  (LE-GN1)

Lenteraesai.id