AdvertorialDenpasarHeadlines

Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Sebanyak 412 Orang

Denpasar, LenteraEsai.id –  Setiap hari jumlah angka positif karena transmisi lokal terus menunjukkan peningkat yang tajam. Secara komulatif kini sudah berjumlah 342 orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19.

Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menyampaikan perkembangan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali hingga hari Rabu, 10 Juni 2020.

Disebutkan, jumlah kumulatif pasien positif 640 orang, bertambah 32 orang dengan rincian 30 WNI yang terdiri atas 1 orang PMI, 29 transmisi lokal dan 2 WNA transmisi lokal.

Untuk pasien yang telah sembuh sejumlah 412 orang. Bertambah 3 orang yang terdiri atas 1 orang PMI, 1 imported case, dan 1 orang transmisi lokal. Sedangkan pasien yang meninggal dunia tetap 5 orang yang terdiri atas 3  WNI dan 2 orang WNA.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra di Denpasar, Rabu (10/6) petang mengatakan, untuk pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) tercatat 223 orang yang terdiri atas 217 WNI dan 6 orang WNA. Mereka dirawat di 12 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas dan BPK Pering.

Ia mengungkapkan, setiap hari angka positif karena transmisi lokal terus menunjukkan peningkat yang tajam. Secara komulatif saat ini sudah berjumlah 342 orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19.

Untuk itu, Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali mengingatkan, untuk menekan kasus transmisi lokal, maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.

Dikatakan, Gubernur Bali telah mengeluarkan Imbauan Gubernur Bali Nomor : 215/Gugascovid19/VI/2020 tanggal 8 Juni 2020 yang antara lain mengimbau masyarakat agar bagi peserta didik agar tetap belajar di rumah, melarang kegiatan keramaian termasuk tajen, melarang operasional dan aktivitas obyek wisata, hiburan malam, dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang.

Imbauan ini juga mengatur kegiatan adat dan agama hanya boleh dilaksanakan dengan melibatkan paling banyak 25 (dua puluh lima) orang. Membatasi perjalanan ke luar Bali, khususnya ke daerah yang masuk zona merah Covid-19.

Mengenai aktivitas di luar rumah, disebutkan bahwa dalam hal melaksanakan aktivitas ke luar rumah, masyarakat diminta dengan tertib dan disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19, yaitu selalu menjaga jarak fisik dan sosial; wajib menggunakan masker; dan slalu mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, serta delalu melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), katanya.  (LE-DP1)

Lenteraesai.id