Selat, LenteraEsai.id – Kisah memilukan menimpa kehidupan seorang buruh bernama Ketut Muliarta (45), yang hidup bersama anaknya Ni Kadek Ari Apriliani (11) di Bukit Lalang, Banjar Perangsari, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur.
Kesehariannya, Muliarta dan anaknya yang hidup dalam kondisi memprihatinkan, sama-sama menderita sakit infeksi paru-paru yang sudah tergolong akut.
“Istri saya sudah meninggal dunia sejak beberapa tahun lalu, ketika anak masih berumur 3 tahun. Anak saya sekarang sudah kelas IV SD,” tutur Muliarta sedih ketika mengatakan kisah hidupnya saat ditemui Tim Remagi, baru-baru ini.
Menurut Muliarta, dirinya dan anaknya seminggu sekali harus berobat ke Rumah Sakit Karangasem sehubungan dengan sakit infeksi paru-paru yang mereka derita. Pengobatan mereka ditanggung KIS, akan tetapi selama ini Muliarta dan anaknya selalu mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya transport untuk berobat, belum lagi biaya hidup sehari-hari.
“Dengan kondisi sakit seperti ini, saya tidak bisa bekerja maksimal sebagai buruh. Apalagi di rumah, juga ada ibu saya yang sudah lansia. Ibu sudah renta dan sakit-sakitan. Jadi kami bertiga sama-sama dalam kondisi sakit-sakitan. Semoga ada orang tua asuh untuk anak saya, supaya anak dapat berobat dengan baik dan melanjutkan sekolah,” kata Muliarta dengan mata berkaca-kaca.
Muliarta mengaku masih cukup beruntung karena ada pihak yang terketuk melihat penderitaan diri dan keluarganya. Ia mengatakan baru-baru ini ada Tim Remagi yang telah memberikan santunan beras dan sejumlah uang tunai untuk menyambung kelangsungan hidup dan pergi berobat.
“Kami sangat berharap adanya donatur lain yang menyusul dapat berbagi kasih untuk keluarga kami yang kini hidup dalam serba kekurangan,” ujar Muliarta, lirih. (LE-KR)







