Denpasar, LenteraEsai.id – Gubernur Bali Wayan Koster beserta Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati memberikan keterangan pers seusai Rapat pembahasan Dampak Covid-19 Terhadap Masyarakat dan Dunia Usaha, yang berlangsung di Gedung Gajah, Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar pada Senin (13/4/2020) siang.
Pada kesempatan ini, Gubernur Koster mengatakan bahwa penanganan Covid-19, di mana pihaknya sebagai Ketua Gugus Tugas, sejauh ini apa yang dijalankan sudah berjalan dengan baik dalam rangka mengendalikan atau menangani Covid-19 di Provinsi bali.
Perkembangan Covid-19 di Bali, sampai kemarin yang positif adalah 81 orang, di mana 7 adalah WNA dan 72 warga negara Indonesia. Dua orang yang meninggal dunia merupakan WNA dan 4 orang sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan seorang lagi masih dirawat. 72 WNI, 51 adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI)/Anak Buah Kapal(ABK) yang datang dari luar negeri yang dipulangkan oleh negera tempatnya bekerja. Untuk itu, Bali tentu berkewajiban untuk menerima.
Mereka (PMI/ABK) yang datang ini, diwajibkan melakukan rapid test meskipun sudah mengantongi health certificate. Jika hasil tes negatif, maka yang bersangkutan bisa dipulangkan namun wajib melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing yang diawasi oleh desa adat secara ketat.
Dia melanjutkan, kemudian yang hasil tes-nya positif, jika dalam kondisi sehat secara fisik akan dikarantina. Sedangkan mereka yang mengindikasikan gejala gangguan kesehatan/sakit, langsung diarahkan ke RS PTN Unud atau pun RS Sanglah.
“Jika kita ikuti perkembangan Covid-19 di Bali, yang positif sampai saat ini 51 orang datang dari PMI/ABK, 13 orang terinfeksi di daerah lain di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya, dan hanya 8 orang yang terjangkit di Bali (transmisi lokal). Jadi sebenarnya tingkat penularan secara transmisi lokal di Bali relatif ‘landai’,” katanya.
Penanganan pasien yang positif ini, secara umum sudah sangat baik, baik di RSUP Sanglah maupun RS PTN Unud. Bahkan saat ini RS PTN Unud sudah menjadi pusat penanganan covid-19 di Bali, dengan 97 tempat tidur dan sudah mulai digunakan. Dengan demikian nantnya semua jika ada yang positif, akan langsung diarahkan ke RS PTN uUnud, tidak ke RS-RS Rujukan di daerah lagi. Hal ini dapat meminimalisir penyebaran, lebih bisa dikendalikan sehingga tidak menyebar ke kabupaten/kota.
Dia melanjutkan, dari sisi peralatan pendukung, sampai saat ini memadai dan lebih dari yang dibutuhkan. “Tolong digaris-bawahi, bahwa pertambahan jumlah yang positif belakangan ini kecenderungannya adalah imported case, datang dari luar Bali. Hanya 8 yang transmisi lokal.
“Pasien yang meninggal juga 2 orang, bersyukur sampai saat ini tidak ada penambahan. Artinya, penanganan Covid-19 di Bali ini baik. Bisa dibandingkan dengan daerah lain. Tapi kita tidak bisa menolak orang yang datang (PMI/ABK) ini karena mereka adalah warga Bali, yang terpaksa dipulangkan akibat kebijakan negara tempatnya bekerja. Kita sebagai pemerintah wajib menerima. Jadi harus clear, harus dipahami, mana yang transmisi lokal, mana yang datang dari daerah lain, mana yang datang dari luar negeri. Karantina di masing-masing desa, selain diawasi oleh desa adat, juga dibantu Satgas Gotong Royong Desa Adat. Selain itu, sedang dipertimbangkan, semua yang baru datang akan dikarantina di satu tempat. Tidak lagi ke wilayah masing-masing, meskipun hasil tesnya negatif,” ujarnya. (LE-DP1)







