GianyarHeadlines

DPRD Gianyar Raker Bahas Teknologi Pengelolaan Sampah di TPA

Gianyar, LenteraEsai.id – Pengolahan sampah di Kabupaten Gianyar terus memancing daya tarik investor. Salah satunya investor dari Republik Slovakia menawarkan kerja sama pengolahan sampah di TPA Temesi Gianyar.

Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi 4 DPRD Gianyar dengan sejumlah perwakilan unit kerja Pemkab dan Eliska Sirotkova dari investor Princeston Slovakia, di Gedung DPRD Gianyar, Kamis (27/2).

Eliska memaparkan, Princeston hanya membutuhkan lahan sekitar 5 hektar untuk unit mesin olah sampah di TPA Temesi. Dalam olah sampah ini, Pemkab Gianyar tidak mengeluarkan anggaran, kecuali ikut menanamkan modal khusus, di luar penyedian lahan non sewa tersebut.

Lanjut dia, cara kerja mesin bukan membakar sampah, tapi pemanaskan dengan suhu 600 sampai 1.200 derajat celcius. Sampah masuk ke dalam tabung kedap udara sehingga proses ini ramah lingkungan. Pemanasan sampah ini menghasilkan karbon, minyak, pellet untuk listrik, dan gas. Proses ini bisa memakai tenaga otomatis dan semi otomatis. Produk hilir ini nantinya dijual untuk biaya produksi olah sampah.

Mesin tersebut mampu mengolah sampah lama dan baru. Areal yang dibutuhkan untuk casis mesin bervariasi mulai 100 m x 50 m.c7,5 m x 4 m x 2 m, dan ukuran penuh 3 haktar 5 hektar. Kapasitas olah sampah 1 sampai 5 ton per jam. Satu ton sampah menghasilkan 1,0 MW setara listrik dan setara panas bumi 1,5 MW.c “Hasil akhir dari olah mesin ini, tanpa emisi dan Co2. Pengoperasian mesin ini sudah ada di Republik Slovakia,” ujarnya, menjelaskan.

Eliska menambahkan, sesuai pengalaman di negaranya, mesin ini dapat menghasilkan pendapatan 5 juta Euro per tahun dengan produksi 24 jam. Pendapatan ini dari penjualan tenaga listrik dan gas serta produk ikutan lainnya.

Plt Kepala Dinas Lingkubgan Hidup (DLH) Gianyar Drs I Wayan Kujus Pawitra SSos MAP menyambut baik minat pihak Princeston untuk bekerja sama olah sampah di Gianyar. Tanpa bermaksud menyangsikan, selama ini tak kurang dari 30 investor menawarkan kerja sama serupa, namun semuanya gagal.

“Tapi hampir semua investor ujung ujungnya minta anggaran yang tak kecil,” kata Plt DLH yang juga Sekretaris DPRD Gianyar.

Kujus Pawitra menambahkan, selama ini Gianyar sangat membutuhkan tekonologi olah sampah terbarukan. “Karena pengolahan sampah yang intensif berbasis teknologi sangat penting,” jelasnya.

Kujus Pawitra menyampaikan, Pemkab Gianyar sangat serius dalam penanganan sampah dengan membangun TPA modern yang lebih maju dan dilengkapi dengan teknologi terbarukan untuk pengolahanya.

“Pemkab Gianyar telah menjalin kerja sama dengan ITB Bandung untuk desainya. Sekarang tinggal memadukan teklogi terbarukan model apa yang paling tepat. Targetnya, TPA Temesi harus rapi, indah, efektif dan nyaman,” ujar pejabat asal Banjar Kesian, Desa Lebih, Gianyar itu.

Ia menyebutkan, pihaknya juga siap mensosialisasikan dan memfasilitasi projek Princeston kepada masyarakat, sembari mempelajari dan merancang MoU dengan Pemkab Gianyar. “Tentu nantinya terlebih dahulu akan kami laporkan hasil kajiannya kepada Bapak Bupati,” katanya..

Selain dengan Princeston, Komisi 4 DPRD Gianyar juga menerima sosialisasi tawaran kerja sama investasi pengolahan limbah medis padat dengan PT Sagita Mahaprabu Denpasar. (LE-GN5’1)

Comment

Comment here

Lenteraesai.id