Bertahan Hidup, Nyoman Rindi Tetap Jualan Bubur di Tengah Pandemi

Karangasem, LenteraEsai.id – Tak mau terpaku menunggu uluran tangan donatur atau pemerintah, I Nyoman Rindi, seorang pedagang bubur kacang hijau asal Dusun Tukad Sabuh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem tetap berjualan di tengah ancaman Virus Corona (Covid-19).

Meskipun hasil penjualannya jauh menurun dibandingkan hari biasanya, namun pria berusia 55 tahun tersebut tetap berjualan, lantaran hanya itu satu-satunya mata pencaharian yang telah dilakoninya sejak puluhan tahun silam.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah jualan dari tahun 1978, saat itu jualan keliling dengan cara “negen” (memanggul). Sebelumnya bisa habis sampai 5 kilogram per hari, tapi sekarang paling banyak 2,5 kilogram per harinya” kata Nyoman Rindi kepada media baru-baru ini.

Tak hanya penurunan omzet penjualan, kini Rindi juga dihadapkan dengan harga bahan baku yang kian meningkat, di mana harga kacang hijau tembus di angka Rp 26 ribu dari harga sebelumnya Rp 18 ribu per kilogramnya. Tak hanya kacang hijau, harga gula pasir juga mengalami peningkatan.

“Bahan juga ningkat terus harganya, ya agar pelanggan tidak lari saya jual murah saja Rp 5 ribu satu porsi,” ujarnya.

Sementara itu, di usia yang tak muda lagi, setiap hari Nyoman Rindi mulai mempersiapkan sendiri dagangannya mulai pukul 02.00 Wita. Setelah masak selesai, pada pagi hari ia kemudian berangkat berjualan menggunakan gerobak dorong yang ia peroleh dari sumbangan donatur.

Meski terkadang rasa lelah menghampiri, setapak demi setapak ruas jalan hingga berkilo-kilometer jauhnya ia tempuh untuk menjajakan bubur kacang hijau dagangannya sampai habis terjual.

“Ya meskipun pembeli turun, syukuri saja, jika dagangan habis terjual ya dapat untung rata-rata Rp 100 ribuan lah sekali jualan,” ucap Rindi. (LE-KR6)

Pos terkait