Karangasem, LenteraEsai.id – Demam berdarah (DB) yang belakangan ini semakin mewabah di beberapa daerah, membuat Puskesmas Manggis 1 yang berkantor di Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, melakukan kerja sama dengan komunitas Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) Lokal Manggis untuk ambil bagian dalam upaya membasmi sarang-sarang nyamuk.
Berkaitan dengan itu, pihak Puskesmas menyerahkan sebanyak 10 botol insektisida sebagai cairan pembasmi nyamuk kepada pengurus RAPI Lokal Maggis, Kamis (14/5) pagi .
Penyerahan insektisida tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Manggis 1 dr Ni Wayan Putu Suati yang didampingi I Made Mertayasa selaku pemegang program DB dan surveillance di Puskesmas Manggis 1.
“Di tengah merebaknya Virus Corona belakangan ini tentu kita tidak bisa mengabaikan penyakit Demam Berdarah yang saat ini juga sedang menyerang di wilayah kita,” kata dr Ni Wayan Putu Suati ketika ditemui usai menyerahkan insektisida di kantornya.
Pada kesempatan itu Putu Suati mengucapkan terima kasih kepada komunitas RAPI Lokal Manggis yang selama ini telah berinisiatif melakukan fogging di beberapa desa di wilayah Manggis guna mencegah penyebaran penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk tersebut.
Di pihak lain, I Wayan Wirna Gapar selaku ketua pelaksana kegiatan fogging juga menyampaikan terima kasih kepada instansi terkait yang sudah memberikan bantuan cairan pembasmi nyamuk kepada komunitas RAPI Lokal Manggis.
“Selama ini kami melakukan kegiatan sosial berupa fogging, biayanya diperoleh dari urunan atau hasil swadaya semua anggota RAPI, sementara alat yang kami gunakan dari hasil meminjam. Sekarang dengan adanya bantuan berupa insektisida ini, tentu sangat membantu buat kami untuk melakukan kegiatan ke depannya,” kata Wirna Gapar, menjelaskan.
Made Mertayasa menambahkan, mengenai kebutuhan alat dan bahan yang digunakan untuk menyemprot nyamuk, dari pihak Puskesmas Manggis 1 sudah menyusun anggaran untuk diajukan kepada Bupati Karangasem.
“Nanti jika alat penyemprotnya sudah direalisasikan oleh Pemkab Karangasem, tentunya akan diserahkan sepenuhnya pengelolaannya kepada komunitas RAPI Lokal Manggis yang nyata-nyata sudah cukup banyak terjun ke lapangan,” ujar Made Mertayasa.
Wirna Gapar juga berharap kepada pihak Puskesmas Manggis 1 untuk bisa hadir jika sewaktu-waktu mereka melakukan kegiatan, sehingga bisa dijelaskan kepada masyarakat terkait pentingnya dilakukan fogging sebagai upaya membasmi nyamuk, terutama jenis satwa penyebab DB.
“Karena selama ini cukup banyak kendala yang kami temukan di masyarakat terkait kegiatan fogging yang dilakukan. Mungkin masih banyak masyarakat awam yang belum paham dari maksud dilakukannya fogging itu, sehingga kini diperlukan penjelasan dari aparat yang kompeten di bidangnya, kata Wirna Gapar, mengharapkan. (LE-KA)







