Gianyar, LenteraEsai.id – Suasana cerah Minggu (11/9) pagi di Lapangan Astina Kabupaten Gianyar, nampak berbeda dengan kehadiran ratusan lebih pe-touring dan pencinta sepeda vintage merk Federal yang berkumpul di sudut lapangan. Pemandangan ini tentu menarik perhatian warga yang beraktivitas olahraga pagi di Lapangan Astina yang asri.
Seratusan pesepeda ini datang dari berbagai kabupaten di Bali di antaranya Tabanan, Badung, Denpasar, Klungkung, Karangasem, Bangli dan Gianyar sebagai tuan rumah. Dengan bersepeda dari daerah masing-masing, mereka penuh semangat kebersamaan berkumpul untuk sebuah tujuan ke-BIKE-an, membuat sebuah wadah bersama yang akan menaungi mereka yang bernama Demen Federal Bali yang disingkat DFB.
Adapun komunitas yang hadir di antaranya FedKung, Bersahaja, FedDen, Pedal Melinser, FedGi, FedTa, FedTab, FedBa, FedBur, FedMade dan para simpatisan Federal yang datang secara pribadi yang sudah siap nanti akan mendeklarasikan komunitas mereka di bawah naungan DFB.
Ide untuk membuat wadah komunitas bersama seluruh pecinta sepeda Federal di Bali muncul sudah sejak lama, namun karena dorongan dari seluruh komunitas yang sangat kuat sehingga beberapa tokoh Federal di Bali berinisiatif mengumpulkan para ketua komunitas sepeda Federal di seluruh Bali guna membahas ide tersebut.
Dengan suasana demokratis akhirnya nama Demen Federal Bali (DFB) disepakati sebagai nama organisasi pecinta sepeda Federal dan pe-touring seluruh Bali. Makna dari nama tersebut adalah mengangkat local genius Bali yaitu sekehe demen yang selalu mengedepankan kebersamaan dan berbagi dengan sesama. Semangat inilah yang kemudian dijabarkan dalam visi dan misi DFB yaitu menjaga kebersamaan dan menjalin komunikasi yang baik antarkomunitas sepeda pada umumnya dan pesepeda Federal khususnya.
Uniknya, DFB akan dipimpin oleh Ketua Presidensi yang akan dijabat secara bergantian oleh setiap chapter dengan masa kepemimpinan selama satu tahun sebagaimana yang diterapkan pada sistim kepemimpinan organisasi dunia G20 yang saat ini Indonesia adalah sebagai presidensinya.
Menurut Nyoman Dama selaku Ketua Presidensi DFB terpilih, DFB akan membuat program yang bertemakan semangat persaudaraan, persatuan dan solidaritas, saling peduli dengan sesama dan menjaga lingkungan. Selain akan mengadakan acara bulanan, pelaksanaan acara tahunan semacam Jamda Federalist se-Bali menjadi program yang akan diperjuangkan untuk bisa terwujud, agar para pe-touring dan Federalist se-Bali punya ajang berkumpul dalam sebuah acara besar dan bisa saling silaturahmi dalam suasana kekeluargaan.
Ketua Sekretariat Bersama Sepeda Bali (SAMAS Bali), Endra Datta menyambut baik hadirnya DFB yang akan menjadi bagian dari seluruh pecinta sepeda di Bali dan nasional. Endra optimisi DFB akan berkontribusi banyak terhadap perkembangan pecinta sepeda di Bali khususnya sepeda vintage merk Federal.
Pihaknya berharap agar fanatisme bersepeda tetap mengedepankan persaudaaraan menyame-braya dengan seluruh komunitas sepeda di Bali maupun nasional sesuai dengan semangat yang digaungkan SAMAS Bali. Endra juga menitip pesan kepada seluruh komunitas sepeda di masing-masing daerah agar selalu mengajak masyarakat bersepeda dan mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan pesepeda di jalan raya sesuai dengan Amanah UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Permenhub Nomor 59 tentang keselamatan bersepeda.
Selain itu, seluruh komunitas sepeda juga mendorong agar pemerintah daerah kembali membuka program Car Free Day yang akan diawali oleh Kota Denpasar pada Minggu (18/9) mendatang. (LE-GA)







