Badung, LenteraEsai.id – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menghadiri acara Pemberian Tanda Mata kepada pemerintah daerah di tingkat provinsi serta kabupaten/kota yang telah berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun 2021.
Pemberiaan Tanda Mata itu dilakukan oleh Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi, di Hotel Anvaya Bali Jalan Kartika Plaza Tuban, Kabupaten Badung pada Jumat (Sukra Umanis, Warigadean) 20 Mei 2022.
Dalam sambutannya, Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini menyampaikan apresiasi atas Pemberian Tanda Mata kepada pemerintah daerah yang berpartisipasi aktif dalam Pendidikan Agama Islam sebagai langkah yang strategis yang diinisiasi oleh Kementerian Agama RI agar pemerintah daerah lebih aktif rneningkatkan kualitas pendidikan termasuk Pendidikan Agama Islam.
“Perhatian terhadap dunia pendidikan, juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang meletakkan sektor pendidikan menjadi program prioritas di antara 5 program lainnya,” ujar Wagub Cok Ace yang sebelumnya juga menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Bali sebagai lokasi penyelenggaraan acara yang dihadiri oleh peserta dari pemerintah daerah se-Indonesia.
Lebih jauh, Panglingsir Puri Ubud ini mengungkapkan walaupun ekonomi Bali terdampak paling parah dan mengalami kontraksi paling dalam akibat pandemi Covid-19, namun Pemerintah Provinsi Baii tetap komit terkait usaha memajukan dunia pendidikan termasuk memberikan perhatian dan pendampingan yang sama terhadap lembaga pendidikan agama Islam yang ada di wilayah Bali dengan satuan pendidikan umum lainnya.
“Semoga kerja sama yang baik antarlembaga pendidikan agama dengan pemerintah provinsii, kabupaten/kota dapat terus ditingkatkan sehingga mampu menghasilkan SDM yang berdaya saing tinggi, baik di tingkat lokal, nasional maupun di tingkat global,” ucap Wagub, menekankan.
Sementara itu, Wamen Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan, PAI menjadi sarana transformasi pengetahuan dalam aspek keagamaan, norma serta nilai moral untuk membentuk sikap yang berperan dalam menjadikan perilaku sehingga tercipta kepribadian manusia sepenuhnya .
“Keberadaan PAI juga bisa menjadi simpul untuk mewujudkan generasi yang cinta kepada bangsanya,” ujar Wamen.
Wamen mengatakan, momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi kesempatan yang tepat untuk menghadirkan kembali PAI dalam ruang-ruang kebangsaan dengan dilandasi nilai-nilai moderasi beragama.
Moderasi yang dimaksud yakni cinta tanah air, toleransi, antikekerasan, dan adaktif terhadap kebudayaan lokal yang menjadi bagian penting dalam pengembangan dunia pendidikan.
Turut hadir pada kegiatan itu, antara lain Dirjen Pendis Kemenag RI M Ali Ramdhani dan Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Teguh Setya Budi. (LE-BD)







