Tetap Waspada, Kasus Penularan Covid-19 di Denpasar Belum Benar-benar Sirna

Update Kasus Covid19 di Bali, Sekda Dewa Rai: Kasus Penambahan dan Sembuh Sama. (LE-DP)

Denpasar, LenteraEsai.id – Meski angkanya tidak tergolong besar, namun kasus penularan Covid-19 di Kota Denpasar, Bali masih saja terjadi. Dengan kata lain belum benar-benar sirna.

Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Jumat (6/5), diketahui kasus meninggal dunia nihil. Sementara untuk pasien yang positif baru dan yang berhasil sembuh, angkanya sama-sama bertambah 3 orang. 

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data pula, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar kini tercatat 51.692 kasus, angka kesembuhan pasien mencapai 50.574 orang (97,84 persen), meninggal dunia 1.104 orang (2,13 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 14 orang (0,03 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan virus di Kota Denpasar terus mengalami penurunan, tetapi masih saja ditemukan kasus penularan baru. Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus Covid-19 akan kembali meningkat. Kini diperlukan kerja sama berbagai pihak, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level-2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar kembali meningkat. Jadi intinya kapanpun dan di manapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” ucapnya.

Dikatakan, Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah merancang 6 langkah strategis mengatasi lonjakan kasus Covid-19, mulai dari peningkatan kapasitas 3 T (tracing, testing, treatment), mengencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi, menyiapkan Isolasi Terpusat (Isoter), Optimalisasi Rumah Sakit Rujukan mulai dari ketersediaan Bad hingga Oksigen dan Obat-obatan.

Selanjutnya turut digencarkan Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi (5M) hingga pemberian bantuan Sembako bagi masyarakat Kota Denpasar yang terkonfirmasi Covid-19.

“Mohon kepada masyarakat untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai    

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.     

“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas. Selain itu mari bersama terapkan 5M,” kata Dewa Rai, mengingatkan.  (LE-DP) 

Pos terkait