Dipromosikan di Pameran, Akademisi FTP Unud Ubah Limbah Kakao Jadi Cuka

Tabanan, LenteraEsai.id – Kabupaten Tabanan merupakan salah satu sentra komoditas perkebunan kakao di Bali dengan hasil panen yang cukup besar. Salah satu yang sudah melakukan proses produksi hasil perkebunan kakao adalah Subak Abian Buana Mekar yang berlokasi di Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat.

Subak Abian Buana Mekar mengembangkan Unit Usaha Produktif (UUP) pascapanen kakao yang telah melakukan usaha bisnis produksi. Produk yang dihasilkan sebagian besar telah memenuhi persyaratan mutu biji kakao kering, sehingga dapat terserap pasar dengan harga yang memadai.

Bacaan Lainnya

Selain itu, selama fermentasi dihasilkan limbah hasil samping berupa cairan pulpa yang dibuang begitu saja, padahal pembuangan cairan pulpa tersebut juga dapat berdampak buruk pada tempat pengolahan dan mencemari tanah di lingkungan sekitar.

Prof Dr Ir GP Ganda Putra MPdi, guru besar pada Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana (FTP Unud) beserta tim yang tersiri atas Dr Ir Ni Made Wartini MP dan I Wayan Gede Sedana Yoga STP MAgb, terjun mengembangkan cuka dari limbah hasil samping cairan pulpa pengolahan kakao sebagai salah satu solusi penanganan permasalahan tersebut.

Metode pemecahan masalah yang dilakukan meliputi rekayasa wadah fermentasi kakao, analisis rantai nilai sederhana, pembuatan perangkat administrasi hingga proses produksi dan pengemasan produk cuka kakao, ucapnya.

Prof Ganda Putra memaparkan, cairan pulpa sebagai limbah hasil samping mengandung asam-asam organik seperti asam asetat dan asam laktat. Menurutnya, kandungan asam asetat pada cairan pulpa tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi untuk dibuat menjadi produk cuka kakao.

Dia mengatakan, salah satu cara untuk pengenalan atau promosi produk dapat dilakukan dengan mengikuti pameran-pameran skala lokal dan juga dipasarkan ke pasar-pasar tradisional.  (www.unud.ac.id)

Pos terkait