Purworejo, LenteraEsai.id – Sebanyak 6.085 warga harus pergi mengungsi setelah rumah mereka terendam banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah pada Rabu, 16 Maret 2022.
Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intesitas lebat mengguyur wilayah Kabupaten Purworejo hingga memicu luapan lima aliran sungai besar, yakni Bogowonto, Blangu, Jali, Dulang dan Sungai Kebang.
Hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo, diketahui bahwa wilayah yang terdampak banjir mencakup 32 desa di 7 kecamatan. Sedangkan wilayah yang terdampak longsor ada 6 desa di 4 kecamatan, Kabupaten Purworejo.
Adapun rinciannya meliputi Desa Wingkosangrahan, Desa Wingkomulyo, Desa Kaliwungukidul, Desa Tunjungan, Desa Wonoroto, Desa Ringgit dan Desa Wingkosigromulyo di Kecamatan Ngombol.
Berikutnya Desa Dlangu, Desa Wironatan, Desa Klepu, Desa Kedungmulyo, Desa Rowodadi dan Desa Langenrejo di Kecamatan Butuh. Selanjutnya Desa Tangkisan, Desa Pogungkalangan, Desa Pogulurutengah, Desa Kradegan, Desa Bayan dan Desa Pogungrejo di Kecamatan Bayan.
Kemudian Desa Bapangsari di Kecamatan Bagelan, Desa Katerban di Kecamatan Kutoarjo, Desa Trimulyo, Desa Bendungan dan Desa Rowodadi di Kecamatan Grabag.
Adapun berikutnya Desa Wonoyoso, Desa Tasikmadu, Desa Kendalrejo, Desa Sikambang, Desa Kalimati, Desa Tanjungrejo, Desa Petuguran dan Desa Sumber di Kecamatan Pituruh.
Selanjutnya untuk wilayah terdampak longsor meliputi Desa Kaliurip di Kecamatan Kemiri, Desa Kalisemo di Kecamatan Leano, Desa Plipiran, Desa Giyombong, dan Desa Watuduwur di Kecamatan Bruno, serta Desa Redin di Kecamatan Gebang.
BPBD Kabupaten Purworejo mencatat ada kurang lebih 11.115 jiwa dari 2.924 KK yang terdampak banjir. Sedangkan yang terdampak longsor ada 7 KK. Dari angka tersebut, sebanyak 6.085 jiwa dari 1.518 KK terpaksa harus pergi mengungsi.
Dilihat dari kondisi di lapangamn, sedikitnya 2.924 unit rumah terendam banjir dengan tinggi muka air antara 80-100 sentimeter, selanjutnya 7 unit rumah warga terdampak longsor, serta ruas jalan di Desa Giyombong tertutup material longsor hingga menghambat aktivitas dan mobilitas warga.
Sebagai upaya percepatan penanganan banjir dan longsor itu, BPBD Kabupaten Purworejo bersama tim gabungan dari lintas instansi terkait telah melakukan kaji cepat, evakuasi dan pertolongan warga dan menyiapkan tempat pengungsian.
Di samping itu, BPBD Kabupaten Purworejo juga telah mendistribusikan kurang lebih 2.500-3.000 nasi bungkus kepada warga di pengungsian maupun yang terdampak bencana namun masih tinggal di rumah.
Hingga Kamis (17/3) siang ini belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka akibat bencana tersebut, sementara total kerugian masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Hujan dengan intensitas sedang maupun lebat yang dapat disertai petir masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Purworejo hingga Kamis (17/3) sore dan malam hari ini. Intensitas hujan ringan hingga sedang juga berpotensi terjadi hingga dua hari ke depan.
Sebagai antisipasi adanya banjir susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca, maka BNPB mengimbau kepada unsur pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat agar melakukan upaya seperti susur sungai, normalisasi daerah aliran sungai (DAS), dan pembersihan lingkungan di sepanjang aliran sungai dan selokan.
Apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi selama kurang lebih 1 jam, masyarakat di sekitar lereng tebing dan di dekat sungai diminta untuk waspada dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman jika diperlukan. (LE-JK)







