Karangasem, LenteraEsai.id – Bencana alam sepertinya terus mengintai Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur dalam beberapa hari terakhir ini sehubungan dengan turunnya hujan deras yang disertai angin kencang.
Dari data yang berhasil dihimpun, bencana tanah longsor sedikitnya terjadi di 14 lokasi di wilayah kabupaten yang berjuluk Gumi Lahar. Tidak hanya itu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah terhitung sejak Minggu (9/1/2022) sampai hari ini, Selasa (11/1/2022).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Karangasem, I Putu Eka Putra Tirtana, saat dikonfirmasi mengatakan, sejak tanggal 9-11 Januari 2022 ada 14 bencana tanah longsor yang terjadi. Bencana tanah longsor tersebut mengakibatkan 6 rumah warga rusak, 1 pura rusak dan 5 ruas jalan tertutup material longsoran. Sedangkan 2 lokasi lainnya masih dilakukan assesment.
“Semua kejadian itu sudah berhasil kita tangani bersama dengan masyarakat dan juga instansi terkait lainnya. Tinggal assesment di 1 rumah dan 1 ruas jalan saja. Itupun jalannya sudah terbuka,” ujar Eka Tirtana.
Terkait dengan musibah tanah longsor tersebut, Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui BPBD juga telah menyalurkan bantuan untuk para korban yang rumahnya mengalami kerusakan, bersinergi juga dengan Dinas Sosial Kabupaten Karangasem.
Eka Tirtana mengatakan, berdasarkan hasil assesment sementara yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Karangasem, kerugian akibat bencana alam tanah longsor tersebut mencapai Rp200 juta.
“Itu baru data sementara karena masih ada rumah yang belum selesai assesment, sehingga mungkin kerugiannya akan bertambah lagi nantinya,” kata Eka Tirtana, menjelaskan. (LE-Jun)







