Amlapura, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Karangasem secara resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana gempa bumi berkekuatan M=4.8 yang melanda wilayah Bali bagian timur untuk selama tujuh hari ke depan.
“Status tanggap darurat bencana gempa bumi sebenarnya berakhir hari ini, tapi dari hasil rapat dengan beberapa pihak terkait, kita putuskan untuk memperpanjang status tersebut selama tujuh hari ke depan,” kata Bupati Karangasem I Gede Dana, kepada pers di Amlapura, Jumat (22/10/2021).
Bupati Dana menjelaskan, perpanjangan status tanggap darurat dilakukan karena sampai saat ini dampak dari gempa bumi tersebut masih membutuhkan penanganan secara lebih tuntas. Selain itu, pihaknya juga masih khawatir akan terjadinya gempa susulan.
“Penanganan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi masih belum bisa diselesaikan secara tuntas, sehingga kita putuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana tersebut agar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Bupati Dana.
Mantan Ketua DPRD Karangasem itu menyebutkan, hal yang paling dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak gempa bumi adalah tempat tinggal supaya mereka nantinya bisa beristirahat dengan nyaman. Masalahnya, sebagian tempat tinggal warga di Desa Ban, Kecamatan Kubu, hancur hingga tidak bisa ditempati lagi.
Selain itu, kesehatan masyarakat di lokasi bencana juga sangat perlu untuk diperhatikan, mengingat akibat gempa tersebut tidak sedikit warga yang trauma, sehingga akan sangat mengganggu kesehatan mereka apalagi saat ini kebanyak tidur di tempat terbuka dengan atap terpal.
Berkaitan dengan hal kesehatan itu, Bupati Dana mengaku sudah menurunkan tim kesehatan untuk datang langsung ke titik-titik yang sangat terdampak, baik di Desa Ban maupun Pempatan, Kecamatan Rendang, dengan harapan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Sementara air bersih kini juga menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, lanjut dia, pihaknya terus berusaha agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi dengan menyalurkan air melalui BPBD dan yang lainnya, sehingga masyarakat tidak sampai kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
“Sedangkan untuk kebutuhan sembako, saya kira masih tercukupi, mengingat bantuan masih terus berdatangan dari berbagai pihak hingga hari ini. Itu artinya, ada banyak pihak yang peduli kepada para korban gempa bumi di Karangasem,” kata Bupati Dana, menjelaskan. (LE-Jun)







