Wacana Penolakan Terhadap Backpacker Akan Membuat Turis Jarang Mau Datang ke Bali

Karangasem, LenteraEsai.id – Terkait dengan wacana bahwa Bali akan menolak wisatawan mancanegara yang berkategori backpacker, mendapat berbagai tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari warga negara asing asal Kanada bernama Michael (50) yang sudah tinggal di Bali selama hampir 20 tahun lamanya.

Saat bertemu dengan sejumlah awak media masa di Amlapura pada Senin (20/9/2021), Michael mengatakan bahwa ia ikut memberikan tanggapan terkait dengan masalah tersebut karena ia juga merupakan seorang backpacker. Ia meyakini bahwa Bali bisa terkenal seperti saat ini berawal dari kunjungan para backpaker.

Bacaan Lainnya

“Tidak semua turis backpacker itu miskin atau kotor, justru menurut saya backpacker itu sangat bersih karena ia hanya membawa barang-barang yang ia perlukan saja seperti baju, tas, air minum dan yang lainnya untuk berwisata keliling,” kata Michael yang saat ini menetap di Desa Seraya Barat, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem.

Michael juga mengatakan bahwa wacana terkait dengan penolakan turis backpacker ini akan sangat berpengaruh terhadap sektor perekonomian di Bali karena turis akan menjadi jarang yang mau datang ke Bali dan akan lebih memilih negara lain seperti Thailand, Singapura, India dan yang lainnya karena mereka menerima seorang backpacker.

Terkait dengan wacana penolakan turis backpacker ini, Michael mengatakan bahwa berita tersebut sudah menyebar di seluruh dunia terutama di kalangan komunitas backpacker dan sangat banyak yang menyayangkan terkait dengan wacana tersebut.

“Saat ini, Bali sudah susah dan akan menjadi lebih susah lagi nantinya karena wacana penolakan terhadap turis backpacker didengungkan ke mancanegara,” kata Michael.

Michael mengungkapkan, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini turis yang masih tinggal di Bali hampir 70 persen merupakan turis backpacker, dan mereka tersebar di beberapa wilayah seperti Canggu, Amed dan yang lainnya. Karena seorang backpacker tidak kenal takut.

Sementara itu, I Wayan Kari Subali, salah seorang anggota DPRD Bali Dapil Karangasem, saat dikonfirmasi beberapa media massa mengatakan, terkait dengan wacana penolakan turis backpacker untuk datang ke Bali, mungkin maksudnya untuk menyaring kedatangan para turis.

Masalahnya, lanjut dia, saat ini cukup banyak turis yang sudah kehabisan masa berlaku visa, tapi masih tinggal di Bali. Dan untuk turis backpacker jika ingin datang ke Bali, ia mengharapkan dapat membawa jaminan seperti uang untuk tinggal di Bali dalam beberapa hari atau bulan.

“Jika wacana ini untuk mengatur turis supaya tidak overstay dan turis yang datang ke Bali harus membawa jaminan untuk menetap dalam beberapa bulan, saya setuju. Tapi, kalau untuk melarang sepenuhnya turis backpacker datang ke Bali, saya kurang setuju,” kata Kari Subali, menandaskan.  (LE-Jun) 

Pos terkait