Sebagian Besar Tempat Isolasi Terpusat di Denpasar, Kini Sudah Ditinggal Penghuni

Denpasar, LenteraEsai.id – Sebanyak delapan dari 11 tempat isolasi terpusat (Isoter) untuk para OTG/GR Covid-19 yang ada di Kota Denpasar, Bali kini diketahui telah ditinggalkan oleh para penghuninya.

“Jadi kini hanya tinggal tiga Isoter saja yang masih dihuni oleh para OTG/GR Covid-19, sehubungan jumlah pasien terus mengalami penurunan yang cukup tajam sejak beberapa pekan ini,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dihubungi Minggu siang, 19 September 2021.

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan, tiga tempat Isoter yang masih menampung pasien tersebut semuanya berada di wilayah Sanur, Denpasar, yakni Wisma Werdhapura serta dua hotel yang berada di kawasan itu. Sementara delapan lainnya sudah berangsur-angsur ditutup.

Menurut Dewa Rai, berkurangnya tempat Isoter ini dikarenakan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 harian di Denpasar sudah berkurang dalam jumlah yang cukup banyak. “Yang awalnya sampai tiga digit, sekarang tinggal dua digit. Kasusnya sudah menurun, sementara kesembuhan terus meningkat,” kata Dewa Rai.

Dari tiga tempat Isoter yang masih berpenghuni, tersedia sebanyak 679 bed, namun yang kini terpakai hanya 232 bed atau 34,17 persen, sehingga sebanyak 447 bed kosong.

Adapun rincian dan kapasitas dari masing-masing tempat Isoter tersebut yakni Wisma Werdhapura memiliki kapasitas sebanyak 85 bed, di mana yang terisi hanya 3 bed. Sebuah hotel di Sanur dengan kapasitas 350 bed, yang terisi hanya 162 bed. Dan satu lagi hotel di Sanur dengan kapasitas 244 bed, kini hanya terisi 232 bed.

Dewa Rai mengatakan, jika pasien yang menjalani Isoter di Werdhapura Village nantinya menyusul sudah habis, maka Isolasi akan dipusatkan di dua hotel saja. Kedua hotel tersebut dipilih sebagai pusat Isoter karena memiliki kapasitas bed yang banyak.

Di samping itu, dengan menempatkam di dua hotel tersebut, juga akan mengurangi persebaran petugas, baik tenaga medis maupun Satpol PP dan BPBD.

Untuk diketahui, saat terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19, Kota Denpasar memiliki 11 tempat Isoter. Kesebelas tempat Isoter tersebut yakni Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Provinsi Bali, dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali

Selain itu juga satu hotel di Jalan Veteran Denpasar, satu hotel di Kuta, satu hotel di Desa Sidakarya, satu di Werdhapura Sanur, tiga hotel di Jalan Cokroaminoto, serta dua hotel di Sanur, ujar Dewa Rai, menjelaskan.  (LE-DP)

Pos terkait