Karangasem, LenteraEsai.id – Untuk mengentaskan buta aksara, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dharma Sedana Santhi yang terletak di Banjar Dinas Bengkel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem menggelar program pendidikan keaksaraan dasar dengan menyasar masyarakat yang belum pernah mengenyam dunia pendidikan sebelumnya.
“Tujuan dari program pendidikan keaksaraan dasar ini adalah untuk mengenalkan para peserta angka dan huruf yang sebelumnya tidak pernah mengenyam pendidikan agar setidaknya bisa untuk membaca, menulis dan berhitung,” kata Ketua PKBM Dharma Sedana Santhi I Wayan Pasek Sujena saat ditemui, Senin (16/8).
Selain mengajarkan para peserta untuk membaca, menulis dan berhitung program tersebut juga mengajarkan para peserta untuk terampil berbahasa indonesia yang baik dan benar.
Pasek Sujena juga mengatakan bahwa pendidikan keaksaraan dasar ini merupakan program dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemdikbudristek tujuannya supaya masyarakat yang buta aksara menjadi Melek Aksara.
Dalam program pendidikan keaksaraan dasar (KD) tersebut terdapat 50 orang Warga Belajar. Target yang ditempuh 114 jam pembelajaran secara keseluruhan. Tapi, karena masih dalam masa Pandemi Covid-19 para peserta dibatasi setiap pertemuan dan tempatnya juga berbeda-beda.
“Dari 50 orang peserta kita bagi 5 lokasi dengan masing-masing 10 orang peserta di setiap lokasi hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kerumunan,” kata Pasek Sujena.
Lima lokasi yang digunakan sebagai lokasi pembelajaran keaksaraan dasar tersebut adalah Banjar Dinas Bengkel, Yeh Malet, Ketug, Gegelang dan Pakel.
Saat proses pembelajaran para peserta juga tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menyediakan hand sanitezer.
“Semoga dengan program ini tidak ada lagi masyarakat yang buta aksara dan saya juga berharap program ini agar terus bisa berlanjut, ke tingkat Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM)” kata Pasek Sujena mengharapkan. (LE-Jun)







