Cegah Klaster Vaksinasi, DPP IMO Indonesia Desak Pemerintah Buat Aturan Hindari Kerumunan

Denpasar, LenteraEsai.id – Layanan vaksinasi Covid-19 yang wajib dilakukan oleh setiap orang ternyata malah menimbulkan kerumunan yang tidak bisa dihindarkan. Kenyataan ini dikhawatirkan dapat menimbulkan klaster baru penularan Virus Corona.

Melihat itu, Jeffry Karangan, pemerhati sosial yang juga pengurus pada DPP Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, mengharapkan perlunya dicarikan model vaksinasi yang tidak terlalu banyak mengerahkan orang dalam suatu kesempatan.

Bacaan Lainnya

“Sebaiknya dicarikan solusi layanan vaksinasi yang terbatas hanya sekitar 25 orang saja dalam satu kesempatan, sehingga jarak antarmereka tentunya lebih mudah dapat diatur,” ucapnya kepada pers di Denpasar,  Rabu (14/7/2021).

Jeffry yang juga Pemimpin Umum MCW News mengharapkan, sebelum vaksinasi dilakukan, pihak pelaksana kegiatan tersebut hendaknya terlebih dahulu menyiapkan form antrean, bisa berupa QR Kode atau Kode Barcode atau bisa juga dengan Google Form untuk mencegah timbulnya kerumunan.

Pemerhati sosial yang kini menerap di Bali itu mengaku tidak habis fikir, mengapa adanya kerumunan pada giat vaksinasi massal yang sangat beresiko menularkan virus tersebut masih terus berlanjut, alias dibiarkan saja oleh pihak-pihak penyelenggara. “Kenapa tidak diselenggarakan di Puskemas di masing-masing kelurahan misalnya, dengan maksimal antrean 25 persen dari kapasitas tempat yang tersedia ?,” ujar Jeffry, mempertanyakan.

Seharusnya, lanjut dia, kini diperlukan menerbitkan aturan baru tentang batas maksimal penyelenggaraan vaksinasi pada suatu kesempatan, ditambah dengan prosedur yang lebih ketat untuk menekan adanya penularan Covid-19 yang angkanya kini terus melonjak.

“Pemerintah jangan hanya mengejar target orang tervaksinasi, namun juga harus memperhatikan dampak ikutannya karena terjadi kerumunan. Melihat itu, kini diperlukan aturan yang menyangkut tempat atau ruang penyelenggaraan vaksinasi yang lebih menekankan prokes,” ucap Jeffry, menandaskan.

Menurutnya, kondisi saat ini menjadi alarm bagi individu dan lingkungan sekitar untuk mampu memperkuat protokol kesehatan di perkantoran, pemukiman, pusat perbelanjaan, sampai pemukiman penduduk di berbagai pelosok desa.

“Cara terbaik memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah dengan mencegahnya, yang salah satunya menghindari kerumunan,” kata Jeffry, menekankan.  (LE-DP)

Pos terkait