Singaraja, LenteraEsai.id – Dalam upaya memaksimalkan prakondisi anak-anak sekolah dapat melangsungkan kegiatan tatap muka kembali di sekolah sekaligus mendukung program percepatan vaksinasi, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang juga Ketua Harian Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali secara maraton meninjau pelaksanaan vaksinasi di sekolah-sekolah yang ditunjuk sebagai tempat layanan vaksinasi seluruh Bali.
Seperti pada Selasa (13/7) siang, Sekda Dewa Indra tampak meninjau tiga sekolah yang ada di Singaraja, Kabupaten Buleng guna melihat langsung kegiatan vaksinasi anak-anak di SMP Negeri 4 Singaraja, SMA Negeri 3 Singaraja dan SMK Negeri 3 Singaraja.
Sebanyak 1.096 siswa di SMP Negeri 4 Singaraja tercatat akan mendapat pelayanan vaksinasi. Pada kesempatan itu Sekda Dewa Indra mengatakan pihaknya memberi target maksimum 3 hari pelaksanaan layanan vaksinasi bagi sekolah yang jumlah siswanya mencapai 2 ribu orang. Sedangkan bagi sekolah yang memiliki jumlah siswa berkisar seribu orang akan ditarget maksimum 2 hari layanan vaksinasi.
“Target yang diberikan sesuai jumlah siswa ini tidak boleh lebih, harus bisa selesai sesuai target hari yang sudah ditentukan agar jadwal vaksinasi di sekolah yang lainnya tidak terlalu jauh bahkan tidak mendapatkan jadwal,” ujar Dewa Indra.
Sesuai arahan Gubernur Bali Wayan Koster bahwa vaksinasi anak-anak sekolah usia 12 sampai 17 tahun harus dipercepat dan dilaksanakan secara masif, sehingga bisa terselesaikan dan tuntas pada akhir bulan Juli mendatang.
Vaksinasi ini penting dilakukan untuk membangun imunitas masyarakat umum termasuk anak-anak, di samping juga sebagai salah satu upaya prakondisi untuk bisa memulai pembelajaran tatap muka. “Dengan dilaksanakannya program percepatan vaksinasi bagi masyarakat Bali, maka target menuntaskan vaksinasi di awal Agustus dapat tercapai, sehingga kesiapan untuk memulai pembelajaran tatap muka sudah matang. Dan perlu dilakukan pada terfokusnya kesiapan penyediaan protokol kesehatan bagi anak-anak, mulai dari penyiapan wastafel dengan air mengalir dan sabun, penyediaan hand sanitizer dan sejumlah disiplin protokol kesehatan yang diberlakukan bagi tenaga pendidikan dan siswa-siswi nantinya,” kata Dewa Indra.
Dengan dilaksanakannya layanan vaksinasi di setiap sekolah maka Sekda Dewa Indra memastikan bahwa tidak ada alasan bagi satu siswa pun yang tidak mendapatkan vaksinasi, karena secara teknis layanan vaksinasi bagi anak-anak usia 12-17 tahun ini adalah yang paling mudah, di mana tempatnya jelas dengan sasaran yang juga jelas serta yang mengurusi juga ada yakni dipertanggungjawabkan oleh kepala sekolah dan para gurunya, sehingga tidak ada alasan jika vaksinasi anak-anak sekolah ini tidak tercapai.
Sekda Dewa Indra juga menambahkan, secara tidak langsung kita semua dituntut untuk memperkuat dan membangun kompetensi penguasaan digital di tengah pandemi Covid-19 ini. “Yang mana sebelum pandemi kemungkinan masih ada beberapa guru senior yang belum menguasainya, namun saat ini dipaksa untuk beralih menyesuaikan pengajaran secara online (dalam jaringan). Hal ini berperan untuk menghindari kita mengalami ‘lost generations’,” ujar Sekda Bali.
Digital adalah sesuatu yang harus dikuasai untuk perkembangan ke depan. Dan apabila dilihat secara positif, anak-anak ini tidak harus mengikuti pembelajaran khusus Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan kebiasaan orang tua yang jika sebelumnya senang konsumtif dalam pola belanja, juga bisa digeser menjadi pemenuhan kebutuhan anak-anaknya untuk membelikan gadget, pulsa bahkan memasang WiFi untuk kepentingan belajar onlinenya, ungkap Dewa Indra saat wawancara di sela peninjauan layanan vaksinasi di SMK Negeri 3 Singaraja. (LE-SR1)







