Belasan Hari Terapung di Laut, Nelayan Sulawesi Terdampar di Perairan Tulamben

Karangasem, LenteraEsai.id – Sumaila Siki (58), seorang nelayan asal Sulawesi Selatan ditemukan terdampar dalam kondisi lunglai di perairan laut Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur.

Korban ditemukan pada Senin (28/6) sore oleh I Komang Sukarta, nelayan yang sedang menangkap ikan di perairan Tulamben, kata Kasat Polairud Polres Karangasem AKP I Gusti Agung Bagus Suteja, saat dikonfirmasi, Selasa (29/6) siang.

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan, ketika sedang asik mencari ikan, Sukarta tiba-tiba menemukan seseorang yang sedang menambatkan jukungnya di sebuah rumpon milik masyarakat yang ada di tengah laut.

Menemukan itu, Sukarta mengarahkan perahunya ke lokasi rumpoh, dan setelah mengetahui kalau orang itu adalah nelayan dari jauh yang terdampar, akhirnya Sukarta berupaya membantu korban untuk menepi ke pesisir dengan menarik korban beserta jukungnya.

Kasat Polairud Agung Bagus Suteja mengatakan, kepada petugas yang kemudian melakukan pemeriksaan, korban mengaku sejak beberapa hari lalu melaut di wilayah perairan Sulawesi Selatan, namun tiba-tiba mesin perahunya rusak.

“Mesin perahu saya tiba-tiba patah dan langsung mogok. Bersamaan dengan itu angin berhembus cukup kencang, sehingga saya tidak bisa berbuaat apa selain hanya pasrah untuk mengikuti arus air hingga akhirnya terbawa gelombang sampai ke perairan Tulamben,” ujar Sumaila Siki, menuturkan.

Korban Sumaila juga mengaku terapung-apung selama 11 hari di laut, sebelum akhirnya terdampar dan berhasil menambatkan perahunya pada sebuah rumpon milik penduduk di perairan Tulamben.

AKP Agung Bagus Suteja menyebutkan, korban mengaku selama 11 hari di tengah laut itu berusaha bertahan hidup dengan hanya makan sisa beras yang dibawa. Sebelum disantap, beras terlebih dahulu direndan pakai air laut.

“Nelayan ini sangat kuat, bisa bertahan selama 11 hari di tengah laut dan bisa dibilang hanya makan beras dan minum air saja,” kata AKP Agung Bagus Suteja, menjelaskan.

Saat ini, korban masih diminta untuk istirahat di rumah Ketut Winata yang merupakan Kelian Adat Banjar Batudawa Kelod sambil menunggu proses kepulangan menuju kampung halamannya di Sulawesi Selatan.

“Kami masih melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian di daerah asal Sumaila untuk proses kepulangan korban ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan,” kata AKP Agung Bagus Suteja.  (LE-Jun)

Pos terkait