Karangasem, LenteraEsai.id – Bupati Karangasem I Gede Dana terus berusaha mematangkan program yang telah dirancang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di daerahnya, yaitu pelayanan antar-jemput pasien (AJP) dari dan ke rumah sakit atau puskesmas di wilayah Bali bagian timur.
Layanan tersebut rencananya mulai diluncurkan pada 22 Juni mendatang, sehingga sejak kini sudah harus dilakukan sosialisasi secara gencar ke masyarakat.
Di tengah kesibukannya sebagai orang nomor satu di Kabupaten Karangasem, Gede Dana menyempatkan diri terjun langsung ke kawasan pemukiman penduduk untuk mensosialisasikan program AJP tersebut.
“Saya ingin memastikan pelayanan AJP ini dapat memberi kemudahan berobat bagi masyarakat Karangasem, terutama untuk warga yang kurang mampu, terlebih yang bermukim di pelosok-pwlosok desa,” kata Bupati Dana di Kubu, Karangasem, Senin (7/6).
Sepanjang hari itu, Bipati Dana yang disetai beberapa stafnya, ‘turun gunung’ menyampaikan program itu kepada warga yang bermukim di wilayah Kecamatan Kubu, Abang, Bebandem dan Kecamatan Karangasem.
Di hadapan para perbekel yang dikunjungi, Bupati Dana mengatakan, beberapa tenaga kontrak di tiap OPD dipindahkan ke program layanan AJP, begitu pula sejumlah tenaga kesehatan yang semula bertugas di tiap-tiap puskesmas akan digeser ke program ini.
Bupati Dana menyebutkan, pergeseran pertugas dilakukan untuk efisiensi jumlah tenaga kontrak yang dinilai lebih di tiap OPD, sehingga pemerintah tidak lagi merancang anggaran baru untuk rekrutmen tenaga khusus layanan antar-jemput pasien.
“Mobil sudah ada, tinggal kami tarik, tenaga ada, jadi tinggal biaya operasionalnya saja yang harus diambil dari APBD. Tapi ke depannya akan upayakan penambahan armada untuk memaksimalkan pelayanan, termasuk menaikan upah para petugas,” ucap Bupati Dana, disambut tepuk tangan warga yang hadir dalam giat sisialisasi.
Dia menegaskan, recana program ini sudah tercetus sejak beberapa tahun yang lalu. Berawal dari banyaknya keluhan warga miskin yang sulit mendapat akses kesehatan. Beberapa di antaranya bahkan mengaku tidak tahu harus berobat ke mana.
Program ini tidak hanya sekedar antar-jemput, tapi para petugas juga harus dapat memastikan pasien mendapat penanganan yang dibutuhkan. Misalnya rujukan ke suatu rumah sakit sampai mendapat kamar perawatan, pendampingan tentang jaminan kesehatan, hingga mengantar kembali ke rumah pasien.
Satu armada terdapat tenaga medis, pendamping, dan sopir. Masyarakat yang membutuhkan bisa menghubungi kepala dusun setempat untuk disambungkan ke layanan antar-jemput 119 (layanan bebas pulsa), kemudian tim yang ada di setiap wilayah akan bergerak menjemput.
“Bentuknya tidak ambulans supaya tidak seram. Masalah standar, ini hanya mobil pengantar yang didalamnya sudah ada tenaga medis dengan standar obat P3K. Jika perlu penanganan mendesak, tentunya tetap mengerahkan ambulans,” kata Bupati Dana, menjelaskan.
Mobil layanan ini ditempatkan disetiap Puskesmas di enam rayon. Dari delapan kecamatan yang ada, pelayanan di empat kecamatan digabung menjadi satu rayon. Yakni rayon Kecamatan Karangasem-Bebandem berpusat di Pustu Subagan, dan Sidemen-Selat berpusat di Pustu Peringsari. Sedangkan Kubu di eks rumah dinas dokter, Abang di Pustu Tista, Manggis di Puskesmas Manggis I, dan Rendang masih rayon tersendiri di Puskesmas Rendang. Sehingga ada enam rayon, dan untuk satu rayon dilayani oleh tiga regu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama menambahkan, khusus tenaga kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit sebanyak 24 orang.
“Satu rayon terdapat masing-masing empat tenaga medis, pendamping, dan sopir. Soal standar mobil, memang jika pasien membutuhkan penanganan gawat darurat, tetap ambulans PSC yang nantinya diturunkan,” kata Putra Pertama, ,menambahkan. (LE-Jun)







