Badung, LenteraEsai.id – Camat Abiansemal Ida Bagus Mas Arimbawa minta semua pihak dapat mengakhiri riak-riak yang sempat terjadi saat pemilihan perbekel (pilkel) di sejumlah desa di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung yang baru lalu.
Perbekel terpilih sudah dilantik. Mereka sudah langsung bekerja mewujudkan visi misi dan program yang ditekankan bupati saat pelantikan, yakni memaksimalkan penanganan sampah, peningkatan BUMDes, dan digitalisasi pemerintahan desa.
“Saya juga sudah menghadiri pisah kenal atau serah terima dari Pj perbekel kepada perbekel terpilih,” kata Mas Arimbawa dalam wawancara dengan LenteraEsai (LE) di ruang kerjanya pada Jumat, 5 Februari 2021.
Ketika menyampaikan kata sambutan pada setiap acara pisah kenal itu, Mas Arimbawa selalu meminta agar riak -riak yang terjadi dalam pilkel dapat diakhiri.
“Kita sebaiknya mampu mendukung perbekel terpilih untuk menjalankan program-programnya sesuai visi misi yang berorientasi untuk membangun desa, termasuk membangkitkan perekonomian masyarakat. Salah satu yang bisa berperan penting adalah lembaga Badan Usaha Milih Desa (BUMDes),” ucapnya.
Camat Arimbawa mengharapkan, saat pandemi Covid-19 ini semua perbekel hendaknya mampu memprioritaskan upaya membangkitkan perekomian warganya. “Ini juga salah satu arahan penting Bapak Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat melantik para perbekel terpilih,” kata Mas Arimbawa.
Menurutnya, gaya kepemimpinan setiap perbekel, pasti berbeda-beda, lantaran memiliki latar belakang akademis yang berbeda-beda pula. Ada sarjana hukum, pendidikan guru, sosial politik dan sebagainya. Tetapi semua bermuara pada peningkatan pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemimpin itu termasuk perbekel adalah pilot. Setiap pilot pasti bertanggung jawab mengantarkan penumpang ke tempat tujuan dengan selamat. Tidak ada pilot yang mau mencelakakan penumpangnya,” paparnya dengan perumpamaan dunia penerbangan.
Selain gaya kepemimpinan, kata Camat Abiansemal, potensi setiap desa juga berbeda-beda. Tergantung kemampuan pemimpin menggali dan mengembangkan bersinergi dengan lembaga-lembaga yang ada, serta melibatkan masyarakat.
“Penerapan program degitalisasi di tiap desa, arahnya untuk membuka peluang masyarakat membuka lapak (usaha) secara online. Ini yang lagi ngetrend dalam era sekarang. Lebih-lebih saat pandemi Covid-19 ini,” kata pria asal Banjar Benehkawan, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung itu menjelaskan.
Ia menambahkan, semua Pj perbekel di wilayahnya sudah bekerja dengan baik. Mengantarkan perbekel terpilih untuk bekerja setelah ditetapkan secara difinitif. Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih kepada semua mantan Pj perbekel di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Abiansemal. (LE-BD)







