Karangasem, LenteraEsai.id – I Putu Nata (30), warga Banjar Dinas Puragai, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, ditemukan tewas gantung diri pada sebatang pohon alpukat yang tumbuh di belakang rumah miliknya pada Minggu (10/1/2021).
Kapolsek Rendang Kompol Made Sudartawan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Benar telah terjadi aksi gantung diri di Desa Pempatan. Dari hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas tindak kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya.
Ni Nengah Karmi (60), ibu kandung korban menuturkan, kemarin pada hari Sabtu (9/1/2021) malam sekitar pukul 23:00 Wita, korban I Putu Nata pamit pergi untuk buang air besar ke kebun di belakang rumah. Karena hari sudah larut malam, Nengah Karmi mengaku langsung tertidur.
Baru kemudian keesokan harinya pada Minggu (10/1/2021) pagi ekitar pukul 06:30 Wita, Nengah Karmi yang mengecek ke kamar Putu Nata, tidak menemukan korban ada di dalam kamarnya.
Selanjutnya Nengah Karmi yang bergegas hendak melakukan buang air besar di belakang rumahnya, seketika dikagetkan melihat Putu Nata dalam keadaan tergantung tak lagi bernyawa pada sebatang pohon alpukat dengan menggunakan tali nilon warna biru.
Melihat hal tersebut, Nengah Karmi berteriak dan memanggil tetangganya. Tidak berselang lama tetangganya pun datang untuk memotong tali yang mengikat bagian leher korban yang sudah tak bernyawa.
Pihak Polsek Rendang yang mendapat laporan, langsung menuju tempat kejadian dengan menyertakan petugas medis dari Puskesmas Rendang. Setelah dicek petugas medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
Pihak keluarga mengatakan bahwa selama ini korban tidak pernah mempunyai masalah apapun, baik di keluarga maupun di masyarakat. Karenanya, tidnak bunuh diri yang korban lakukan sangat mengagetkan.
Namun demikian, pihak keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kematian korban dan tidak bersedia untuk dilakukan otopsi, karena telah yakin bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri. (LE-Jun)







