Tolong Teman Tenggelam di Pantai Pasut, WNA Rusia Kritis Nyaris Kehabisan Nafas

WNA Rusia bernama Iwan yang sedang kritis usai menolong teman tenggelam di Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan

Tabanan, LenteraEsai.id – Seorang pria berkebangsaan Rusia yang dipanggil dengan nama Iwan, nyaris ikut menjadi korban terseret amuk gelombang di Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (19/2) siang.

Iwan yang kondisinya masih cukup kritis karena nyaris kehabisan nafas setelah berjuang melawan ombak, kini masih dalam peratawan di RSUD Tabanan, sehingga belum banyak dapat diajak bicara.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya yang terpatah-patah kepada pihak Polres Tabanan yang turun melakukan penyelidikan, Iwan hanya bisa menuturkan tentang awal mula ia datang bersama empat teman ke kawasan Pantai Pasut. Keempat teman Iwan yang juga berkebangsaan Rusia, seluruhnya adalah wanita.

Dengan menumpang taksi online berangkat dari Kuta, Iwan bersama keempat temannya tiba di Pantai Pasut pada hari Rabu, 19 Pebruari 2020 sekitar pukul 12.00 Wita.

Begitu tiba, mereka langsung foto-foto di kawasan pantai, kemudian berenang bersama di daerah Pantai Pasut. Tanpa diduga, gelombang laut tiba-tiba datang menerjang dengan sangat kuat, mengakibatkan salah seorang di antaranya, yakni perempuan bernama Elin (22), terseret arus ke tengah laut.

Melihat itu, Iwan berusaha mengejar untuk memberikan pertolongan, hingga kemudian berhasil meraih tubuh Elin yang timbul tenggelam digulung ombak. Dalam perjungan yang tidak ringan, Iwan dan Elin akhirnya dibanting ombak yang mengarah ke bibir pantai, sehingga ia akhirnya bisa diraih tiga temannya yang lain, yang tidak ikut terseret arus.

Namun malang, begitu berhasil menyentuh daratan, wanita Elin diketahui sudah dalam keadaan tak bernyawa, sementara Iwan dalam kepayahan hingga kini harus dirawat intensif di RSUD Tabanan.

Pihak rumah sakit dan Polres Tabanan belum banyak dapat mengorek keterangan dari mereka, sehubungan tiba wanita yang lain, yang luput dari amuk gelombang, semuanya tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Begitu juga dengan sebutan Iwan dan Elin, belum dapat dipastikan sebagai indentitas kedua korban yang valid, sehubungan polisi belum menemukan dokumen tertulis atas identitas kelima pelancong asal Rusia tersebut. (LE-TB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *