Karangasem, LenteraEsai.id – Ketua DPRD Kabupaten Karangasem I Gede Dana mendampingi Gubernur Bali I Wayan Koster dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gedung Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Karangasem, Minggu (23/08/2020).
“Terima kasih atas terealisasinya Kantor MDA di Karangasem. Kami sangat – sangat mengapresiasi serta mendukung kegiatan program pembangunan gedung Kantor MDA Karangasem ini,” kata Gede Dana.
Ia berharap, dengan dibangunnya gedung MDA ini, nanti akan bisa mempermudah sistem pelayanan dalam ruang lingkup desa adat sehingga bisa dilayani dengan baik dan terstruktur karena sudah mengkhusus dibuatkan kantor.
Sementara itu, Gubernur Koster yang hadir didampingi oleh Sekda Bali Dewa Made Indra, Kadis Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra menyatakan pembangunan Kantor MDA ini adalah implementasi dari lima bidang prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” yang salah satunya di bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Selain bidang pangan, sandang dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, hingga bidang pariwisata.
“Pembangunan Kantor MDA di Karangasem ini merupakan yang ketiga kami laksanakan di bulan Agustus 2020, dan minggu depan kami akan lakukan pembangunan yang keempat di Bangli, kelima di Denpasar, keenam di Tabanan, dan ketujuh di Buleleng. Astungkara kita bisa menjalankan program ini lebih dari target yang direncanakan,” ujar Gubernur jebolan ITB ini seraya menyatakan sejalan dengan hal itu, kami di bulan September juga akan meresmikan Kantor MDA Provinsi Bali.
Dikatakan Gubernur Koster, hal ini memperkuat keberadaan desa adat yang merupakan warisan dari Ida Bhatara Mpu Kuturan, karena Wayan Koster menilai kita sebagai generasi penerus harus memiliki tanggungjawab secara nyata untuk mewariskan secara terus menerus Desa Adat yang telah terbukti melestarikan kebudayaan Bali dengan memiliki nilai yang luar biasa, dan menjadi kebanggaan kita semua, hingga bisa eksis seperti sekarang ini.
“Ini cita-cita saya sebelum menjadi Gubernur Bali, ketika itu saya berkunjung ke Kantor Desa Adat di Provinsi Bali yang numpang di Dinas Kebudayaan. Kala itu, saya lihat Kantor Desa Adat kita tidak memiliki ruang yang layak, kemudian Bendesa Adat saat berurusan dengan pemerintahan, mereka harus bertemu dengan sekelas Kepala Seksi (Kasi), jadi di sana perasaan saya ingin mewujudkan kewibawaan Desa Adat dengan mendirikan Kantor MDA yang gagah, memiliki regulasi yang kokoh, hingga mempunyai Dinas Pemajuan Masyarakat Adat yang memang fokus bertugas melayani Desa Adat di Bali,” katanya bersemangat. (LE-KR6/KR1)







