Demokrat Bali Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Desa untuk Jaga Lingkungan

Demokrat Bali
Ketua Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, turut menyemarakkan lomba kerakyatan yang berlangsung di Sekretariat DPD Partai Demokrat Bali, yang terletak di kawasan Renon, pada Minggu (23/8/2026) - (Foto: Dok LenteraEsai)

Denpasar, LenteraEsai.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali menggelar aksi lingkungan bertajuk Gerakan Langit Biru Indonesia Asri yang dirangkaikan dengan lomba kerakyatan di Sekretariat DPD Partai Demokrat Bali, Kawasan Renon, Denpasar, Minggu (23/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Partai Demokrat Bali melakukan penanaman sebanyak 75 pohon yang terdiri dari 25 tanaman kembang sepatu, 25 pohon cempaka dan 25 pohon kenanga.

Bacaan Lainnya

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari komitmen Demokrat untuk mendorong masyarakat mencintai dan menjaga lingkungan.

Menurut Mudarta, menjaga bumi tidak cukup hanya dengan membersihkan lingkungan, tetapi juga harus dilakukan melalui upaya penghijauan dan menjaga keberadaan pohon.

“Semangat kita adalah mencintai dan menjaga kebersihan, mencintai bumi dan merawat bumi. Tidak membiarkan tanah gundul, tidak menebang pohon, tetapi menanam pohon,” ujar Mudarta.

Ia mengatakan gerakan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Partai Demokrat terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga harmoni hubungan manusia dengan alam.

Mudarta menilai Denpasar menjadi salah satu kawasan yang penting untuk terus dijaga kelestarian lingkungannya. Aktivitas masyarakat pada pagi hari, khususnya saat akhir pekan, menurutnya menunjukkan pentingnya ruang terbuka dan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat.

“Kalau bumi dirawat dengan menanam pohon, dengan merawat pohon, langit akan tetap biru. Kalau ada langit biru, kita tetap bisa hidup di bawahnya dengan aman, tenang dan damai,” katanya.

Dorong Sampah Dikelola Berbasis Desa

Selain penghijauan, Mudarta menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang menurutnya harus dimulai dari rumah dan diperkuat melalui sistem pengelolaan berbasis desa.

Ia mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya, terutama memisahkan sampah organik dan anorganik.

“Kalau dari rumah itu dipilah mana organik, mana anorganik, ini misi besar dari Partai Demokrat,” ujarnya.

Menurut Mudarta, desa perlu mendapatkan dukungan anggaran dan fasilitas yang memadai agar mampu mengelola sampah secara mandiri.

Ia menilai pengelolaan sampah berbasis desa tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru di desa.

“Kalau anggaran ditambah, otomatis desa itu bisa mengolah sampah. Kalau sampah selesai di desa, tidak ada sampah lagi bergerak dari satu desa ke desa yang lain sehingga ekonomi bergerak di desa,” jelasnya.

Mudarta juga berharap penguatan desa menjadi bagian dari strategi menuju Indonesia Emas. Menurutnya, pembangunan desa perlu didukung dengan kebijakan anggaran yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola berbagai persoalan di tingkat lokal.

Cegah Sampah Masuk Sungai dan Laut

Mudarta juga mengaitkan persoalan sampah dengan kondisi sungai dan laut di Bali. Menurutnya, sampah yang mencemari laut tidak seluruhnya berasal dari kawasan pesisir, melainkan dapat terbawa dari daratan melalui aliran sungai.

“Pada saat banjir, semua sampah itu dibawa ke laut sehingga laut kita menjadi kotor,” katanya.

Karena itu, ia menilai solusi persoalan sampah harus dilakukan dari sumbernya. Masyarakat perlu diedukasi agar tidak membuang sampah sembarangan, sementara desa perlu diperkuat dengan teknologi pengolahan sampah.

“Kalau masyarakat disadarkan tidak membuang sampah sembarangan dan ada pengolahan teknologi canggih berbasis desa, tidak akan ada sampah yang diangkut air sungai ke laut, sehingga lautnya akan bersih,” ujarnya.

Menurut Mudarta, persoalan tersebut sangat penting bagi Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia. Kebersihan lingkungan, sungai, hutan hingga kawasan pesisir menjadi bagian dari daya tarik Bali bagi wisatawan.

Ia juga mengapresiasi pengembangan teknologi pengolahan sampah, termasuk pembangkit listrik tenaga sampah. Namun, menurutnya, penguatan sistem pengelolaan sampah di tingkat desa tetap diperlukan agar persoalan dapat ditangani sejak dari sumbernya.

“Ini akan menjadi gerakan Demokrat sesuai instruksi untuk jaga kebersihan dan cintai alam agar langit tetap biru, agar samudera tetap biru dan indah,” tegasnya.

Soroti Banjir dan Normalisasi Sungai

Dalam kesempatan tersebut, Mudarta juga menyoroti persoalan banjir yang terjadi saat musim hujan. Ia menyebut sejumlah sungai di Bali, termasuk Tukad Badung, perlu mendapatkan perhatian melalui pemeliharaan dan normalisasi.

Menurutnya, menjaga fungsi sungai dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko banjir.

“Ciptaan Tuhan itu harus dikembalikan keadaannya, karena Tuhan jauh lebih hebat dengan kita dan alam semesta,” katanya.

Ia berharap upaya menjaga lingkungan dilakukan secara konsisten sehingga masyarakat dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan saat hujan deras.

Kaitkan Aksi Lingkungan dengan Aksi Nyata Demokrat

Mudarta mengatakan aksi lingkungan yang dilakukan Demokrat Bali merupakan bagian dari gerakan yang lebih luas untuk menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat.

Ia mencontohkan respons Partai Demokrat terhadap bencana di Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu bentuk kepedulian partai terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Menurutnya, partai politik harus hadir tidak hanya dalam momentum politik, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan sosial dan lingkungan.

Mudarta juga menyampaikan harapannya agar pengelolaan sumber daya Indonesia dapat diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai kekayaan alam Indonesia harus mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat.

“Kita punya emas, punya nikel, punya batu bara, punya karet, punya sawit. Kekayaan itu harus bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat semakin kritis dalam memilih wakil rakyat dan pemimpin yang memiliki kapasitas serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.

“Kita mulai dari anggota DPR. Jangan setelah dipilih, dia tidak urus rakyatnya,” tegas Mudarta.

Melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Mudarta menegaskan Partai Demokrat Bali ingin mendorong kepedulian lingkungan sebagai gerakan bersama, mulai dari rumah tangga, desa hingga tingkat yang lebih luas.

“Langit biru, laut tetap biru dan indah. Itu semangat yang ingin kita bangun bersama masyarakat,” katanya. (LE-Vivi)

Pos terkait