Kemenpar Jadikan Penglipuran Contoh Pengembangan Desa Wisata

Kemenpar jadikan Penglipuran contoh pengembangan desa wisata
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata Hariyanto menjawab pertanyaan anggota Komisi VII DPR RI saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (9/7/2026). ANTARA/Laura Rita

Bangli, LenteraEsai.id – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menjadikan Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali sebagai contoh pengembangan desa wisata di Indonesia.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata Hariyanto saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI di Desa Penglipuran, Kamis, mengatakan keberhasilan Penglipuran dinilai mampu menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal.

Bacaan Lainnya

“Jadi mencontoh, bukan menjiplak sama. Bagaimana ide-ide tata kelola desa wisata, bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa meninggalkan kearifan lokal, budaya dan adat masyarakat,” katanya.

Hariyanto menjelaskan pemerintah terus mendorong pengembangan desa wisata sebagai strategi memperkuat sektor pariwisata nasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025.

Menurutnya, regulasi tersebut menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya narasi mengenai desa pariwisata secara resmi diatur dalam undang-undang sebagai bentuk perhatian negara terhadap pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Hariyanto menuturkan Desa Wisata Penglipuran menjadi salah satu contoh terbaik setelah meraih penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism pada 2023.

Prestasi tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah desa wisata terbaik dunia terbanyak di kawasan Asia.

Ia menegaskan, keberhasilan Penglipuran tidak hanya diukur dari penghargaan internasional, tetapi juga dari tata kelola desa yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal.

Karena itu, Kementerian Pariwisata secara rutin melibatkan pengelola Desa Wisata Penglipuran sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan pengembangan desa wisata di sejumlah daerah di Indonesia.

Menurut Hariyanto, langkah tersebut bertujuan agar daerah lain dapat mencontoh konsep dan tata kelola Penglipuran tanpa harus menyalin secara utuh, melainkan menyesuaikannya dengan potensi dan karakteristik masing-masing daerah.

“Tempat inilah nilai tambah yang menginspirasi desa-desa wisata lainnya yang ditularkan oleh desa-desa pariwisata lainnya,” katanya.

Ia menilai pengalaman Penglipuran dalam mengelola pariwisata berbasis masyarakat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menciptakan destinasi yang berdaya saing sekaligus tetap menjaga identitas budaya.

Meski demikian, Hariyanto mengakui proses transfer pengetahuan tersebut belum berjalan maksimal. Kementerian Pariwisata akan terus memperkuat pendampingan serta penyusunan regulasi agar semakin banyak desa wisata yang berkembang secara berkelanjutan.

Dengan menjadikan Penglipuran sebagai role model, Kementerian Pariwisata berharap lahir lebih banyak desa wisata unggulan di berbagai daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan nilai-nilai budaya dan lingkungan. (LE)

Source: ANTARA

Pos terkait