Kemenpar Ungkap Lima Daya Tarik Utama Wisman Berlibur di Indonesia

Kemenpar ungkap lima daya tarik utama wisman berlibur di Indonesia
Ratusan penari yang rata-rata beranggota remaja putri bergaris saat pembukaan Penglipuran Village Festival Ke-13, di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (9/7/2026). ANTARA/Rolandus Nampu

Bangli, LenteraEsai.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia mengungkap lima daya tarik utama yang mendorong wisatawan mancanegara memilih berlibur ke Indonesia.

Temuan tersebut menjadi dasar penguatan strategi promosi pariwisata nasional yang menitikberatkan pada budaya, kuliner, hingga penyelenggaraan event berkualitas.

Bacaan Lainnya

Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Kemenpar Dwi Marhen Yono saat membuka Penglipuran Village Festival, di Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis, mengatakan hasil survei internasional terhadap 15,6 juta wisatawan asing menunjukkan budaya menjadi alasan utama wisatawan datang ke Indonesia, mengungguli keindahan alam.

Menurutnya, kekuatan budaya yang masih terjaga, khususnya di Bali, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara. Tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai lokal dinilai sebagai atraksi yang wajib dinikmati saat berkunjung ke Indonesia.

Alasan kedua adalah kekayaan kuliner Nusantara.

Dwi menyebut makanan khas Indonesia seperti sate, bakso, hingga nasi goreng telah dikenal luas wisatawan asing.

Karena itu, kuliner daerah, termasuk kuliner khas Bali, harus terus dijaga kualitasnya, sekaligus dipromosikan.

Faktor ketiga adalah penyelenggaraan berbagai event pariwisata.

Menurutnya, festival budaya maupun ajang olahraga internasional terbukti mampu menarik wisatawan datang ke suatu destinasi, sebagaimana MotoGP di Lombok maupun Panglipuran Village Festival di Bangli.

Selain itu, promosi destinasi dan paket wisata yang menarik juga menjadi faktor penting.

Dwi mendorong pemerintah daerah bersama pelaku industri menyusun paket wisata khusus saat musim sepi kunjungan (low season), agar mampu menarik lebih banyak wisatawan dari Eropa, Amerika, hingga Australia.

Ia menegaskan, sinergi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan media menjadi kunci untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tengah persaingan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Dwi juga mengapresiasi Penglipuran Village Festival 2026 yang berhasil masuk dalam 100 besar Karisma Event Nusantara dari sekitar 3.600 event yang dikurasi Kemenpar.

Menurutnya, festival tersebut dinilai unggul, karena mengedepankan pelestarian budaya serta mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, sehingga layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Ia juga mengingatkan keberhasilan Desa Wisata Penglipuran yang meraih penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism pada 2023 harus terus dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Dwi berharap Bali tetap menjadi magnet utama kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dengan mempertahankan budaya, kelestarian lingkungan, serta pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.(LE)

Source: ANTARA

Pos terkait