Kepala Pelaksana BPBD Bali Apresiasi Layanan 112 Gianyar Terbaik di Bali

Kepala Pelaksana BPBD Bali Apresiasi Layanan 112 Gianyar Terbaik di Bali
Kegiatan koordinasi dan penguatan layanan panggilan darurat 112 tingkat Provinsi Bali. (Foto: Pemkab Gianyar)

Gianyar, LenteraEsai.id – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengapresiasi layanan Command Center 112 milik Pemerintah Kabupaten Gianyar yang dinilai berhasil menghadirkan layanan kedaruratan cepat, terintegrasi dan bebas biaya bagi masyarakat. Apresiasi tersebut diberikan dalam kegiatan koordinasi dan penguatan layanan panggilan darurat 112 tingkat Provinsi Bali di City of Aventus Hotel Denpasar, Senin (25/5).

Dalam kegiatan tersebut, Kalaksa BPBD Bali Pemerintah Provinsi berharap Kabupaten Gianyar dapat menjadi rujukan bagi kabupaten/kota lain di Bali dalam pengembangan pelayanan publik berbasis Command Center terintegrasi serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi darurat.

Bacaan Lainnya

Pada sesi pemaparan materi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, menjelaskan sistem operasional layanan Call Center 112 Gianyar, pola koordinasi lintas sektor, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mempercepat respons terhadap laporan masyarakat.

“Layanan 112 Kabupaten Gianyar kami kembangkan sebagai sistem respons kedaruratan yang terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. Melalui dukungan teknologi, koordinasi lintas instansi, serta kesiapsiagaan operator selama 24 jam, kami berupaya memastikan setiap laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan keberhasilan layanan 112 tidak terlepas dari sinergi seluruh perangkat daerah, unsur TNI/Polri, relawan serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan kedaruratan di Kabupaten Gianyar.

“Kami berharap pengalaman dan inovasi yang telah diterapkan di Gianyar dapat menjadi bahan pembelajaran bersama untuk memperkuat sistem layanan darurat 112 di seluruh Bali, sehingga masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan terbaik saat menghadapi kondisi darurat,” tambahnya.

Sementara itu, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya dalam arahannya menegaskan bahwa layanan 112 bukan sekadar pusat panggilan darurat, melainkan bagian penting dari sistem perlindungan masyarakat dan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan respons cepat terhadap berbagai kejadian darurat.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), kesiapan sumber daya operator, kecepatan respons lapangan, serta dukungan teknologi informasi guna menjaga kualitas pelayanan yang optimal selama 24 jam.

Dalam presentasinya, BPBD Kabupaten Gianyar memaparkan sejumlah capaian dan inovasi penting, di antaranya implementasi Contact Center 112 sebagai layanan panggilan darurat bebas biaya yang terintegrasi lintas sektor, pemanfaatan aplikasi OmniX CRM dan MicroSIP untuk dokumentasi dan pengelolaan panggilan secara real time, serta mekanisme operasional yang mencakup penerimaan laporan, identifikasi kejadian, koordinasi antarinstansi hingga penanganan lapangan yang cepat dan terdokumentasi.

Selain itu, dipaparkan pula statistik kinerja layanan sepanjang tahun 2026 yang menunjukkan tingkat system availability melampaui target nasional sebesar 95 persen, disertai capaian respons dan penanganan laporan masyarakat yang terus meningkat. Dukungan Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui integrasi berbagai perangkat daerah juga menjadi faktor penting dalam penguatan layanan kegawatdaruratan tersebut.

Saat ini, layanan darurat 112 Kabupaten Gianyar melayani berbagai jenis laporan masyarakat, mulai dari kebakaran, banjir, tanah longsor, kecelakaan lalu lintas, layanan ambulans, pohon tumbang, gangguan ketertiban umum hingga pengaduan fasilitas publik. Seluruh laporan dapat disampaikan secara gratis dan ditangani melalui koordinasi cepat bersama instansi teknis terkait.

Melalui kegiatan koordinasi tingkat Provinsi Bali ini, diharapkan sinergi pelayanan kedaruratan antarwilayah semakin kuat sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat dan terpadu dalam setiap kondisi darurat. (LE-VJ)

Pos terkait