Bogor, LenteraEsai.id – Festival Budaya Nusantara mewarnai pembukaan rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan Festival Budaya Nusantara merupakan hasil kolaborasi Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor bersama Sekolah Vokasi IPB University.
Festival yang menampilkan keberagaman budaya dari 22 provinsi di Indonesia itu menjadi momentum memperkuat semangat kebhinnekaan sekaligus pelestarian budaya di Kabupaten Bogor.
“Ini menjadi bagian penting sebagaimana disampaikan Pak Bupati, bahwa Kabupaten Bogor harus dibangun dengan semangat kebhinnekaan. Karena itu, rangkaian Hari Jadi Bogor diawali dengan berbagai ragam budaya nusantara,” kata Ajat.
Ia menjelaskan Festival Budaya Nusantara telah rutin diselenggarakan selama 17 tahun oleh Sekolah Vokasi IPB sebagai bagian dari pendidikan dan pengenalan budaya nusantara kepada generasi muda.
Menurut dia, tahun 2026 menjadi kali pertama festival tersebut digelar di Kabupaten Bogor dan masuk dalam rangkaian resmi HJB ke-544.
Festival tersebut menampilkan beragam seni dan budaya dari berbagai daerah, mulai dari pertunjukan seni tradisional, pakaian adat, hingga kuliner khas nusantara.
Budaya dari sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Papua turut diperkenalkan kepada masyarakat yang memadati kawasan Stadion Pakansari.
Ajat mengapresiasi para mahasiswa semester dua Sekolah Vokasi IPB yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan budaya berskala besar melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan berbagai komunitas budaya dari daerah masing-masing.
“Ini luar biasa, karena tidak hanya menampilkan seni dan budaya, tetapi juga memperkenalkan makanan khas serta warisan budaya yang harus terus dilestarikan,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen menjaga dan menghidupkan kembali nilai budaya serta situs sejarah di wilayah tersebut.
Menurut Ajat, perhatian Bupati Bogor Rudy Susmanto terhadap sektor kebudayaan tercermin dari keberadaan Dinas Kebudayaan yang berdiri sendiri di Kabupaten Bogor, termasuk penguatan kelembagaan, promosi budaya, dan pelestarian budaya Sunda sebagai identitas daerah.
“Pak Bupati sangat concern terhadap kebudayaan. Bukan hanya situs budaya, tetapi juga penguatan lembaga dan sumber daya manusianya agar kebudayaan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor,” katanya. (LE)
Source: ANTARA








