KEK Kura-Kura Bali Bangun Teba Moderen Jadikan Pasar Pusat Edukasi

KEK Kura-Kura Bali Bangun Teba Moderen Jadikan Pasar Pusat Edukasi
PT BTID KEK Kura-Kura Bali serahkan 10 teba moderen buat edukasi pengelolaan sampah di Pasar Desa Adat Serangan.

Denpasar, LenteraEsai.id – Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali yaitu PT Bali Turtle Island Development (BTID) membangun teba moderen di tengah pasar tradisional untuk menjadikan pasar pusat edukasi lingkungan.

“Pasar tradisional bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli, melainkan juga menjadi pusat edukasi lingkungan bagi warga,” kata Kepala Departemen Komunikasi PT BTID Zefri Alfaruqy di Denpasar, Selasa.

Bacaan Lainnya

Zefri menyampaikan KEK yang berada di jantung Pulau Serangan itu membangun 10 teba moderen atau sumur komposter untuk mengolah sampah organik di Pasar Desa Adat Serangan.

“Teba moderen merupakan inovasi dari konsep lubang sampah tradisional yang dikembangkan menjadi sarana pengomposan organik secara alami, metode ini tidak hanya mengurangi volume sampah organik yang terbuang, tetapi juga menghasilkan pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan kembali untuk menyuburkan tanaman,” ujarnya.

Ini sebagai langkah konkret memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat komunitas, apalagi pengelolaan lingkungan dan kebersihan pasar tradisional dinilai sudah semestinya diperhatikan.

Edukasi dengan teba moderen dipilih untuk menunjukkan bahwa kearifan lokal dan sistem moderen dapat berjalan berdampingan.

“Dukungan ini bertujuan mendorong tata kelola sampah yang lebih tertib, ramah lingkungan, serta selaras dengan kearifan lokal, inisiatif ini melanjutkan komitmen KEK Kura-Kura Bali dalam mendukung sistem pengelolaan sampah yang mandiri di Pulau Serangan,” kata Zefri.

Ia meyakini solusi lingkungan yang berkelanjutan selalu berakar dari inisiatif masyarakat setempat, sehingga diharapkan edukasi di lingkup pasar tradisional ini merembet ke wilayah lain.

Pembangunan 10 teba moderen di Pasar Desa Adat Serangan ini rangkaian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), ini juga merupakan lanjutan dari aksi KEK Kura-Kura Bali saat 2025 lalu yang juga menyerahkan 19 teba moderen ke Desa Serangan.

Atas langkah tersebut, Kepala Pasar Desa Adat Serangan I Wayan Suwarjaya menyampaikan apresiasinya karena keputusan menghadirkan teba moderen di pasar membantu mendorong pedagang untuk memilah jenis sampah yang dihasilkan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada BTID sudah membantu dan mendukung pasar Desa Adat Serangan dengan memberikan lubang biopori atau teba moderen ini,” ucapnya.

Dengan adanya teba moderen maka selanjutnya pedagang akan melakukan pemilahan sampah, dimana sampah organik dibuang ke teba sedangkan yang non organik dijual ke bank sampah di Desa Serangan.

Skema ini selain memperkuat rantai pengelolaan sampah juga memberikan nilai ekonomi tambahan sebab sampah plastik dan kertas yang terpilah bisa dikonversi menjadi saldo rupiah di bank sampah. (LE)

Pos terkait