Denpasar, LenteraEsai.id – Perkembangan industri jasa keuangan di Provinsi Bali hingga April 2025 mencatat kinerja positif. Sektor pasar modal, pembiayaan, hingga literasi dan pelindungan konsumen menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan terjaga.
Jumlah investor pasar modal di Bali terus menunjukkan tren kenaikan signifikan. Per April 2025, jumlah investor saham mencapai 153.988 Single Investor Identification (SID), meningkat 22,79% dibandingkan tahun sebelumnya. Investor reksa dana tumbuh 20,86% (yoy), sementara investor Surat Berharga Negara (SBN) naik 17,75% (yoy).
“Nilai kepemilikan saham juga naik menjadi Rp5,62 triliun atau tumbuh 18,13% secara tahunan. Nilai transaksi saham pun tercatat sebesar Rp2,37 triliun, melonjak 33,52% dibandingkan April 2024,” kata Kristrianti Puji Rahayu Kepala OJK Regional 8 Bali melalui siaran rilis pada media.
Piutang pembiayaan yang disalurkan perusahaan pembiayaan di Bali mencapai Rp12,14 triliun atau tumbuh 8,01% yoy, lebih rendah dari pertumbuhan 18,03% pada April 2024. Pembiayaan terbesar disalurkan ke sektor perdagangan besar dan eceran, serta sektor penyewaan dan jasa pendukung usaha lainnya. Tingkat pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) masih terkendali di angka 1,09%, sedikit naik dari April 2024 yang sebesar 0,99%.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan melalui perusahaan modal ventura mencapai Rp91,51 miliar, tumbuh 4,25% yoy. Tingkat NPF tercatat sebesar 1,28%, membaik dari posisi April 2024 yang sebesar 1,52%.
Edukasi Keuangan Menjangkau Ribuan Warga Bali
Dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, OJK Bali terus melaksanakan edukasi ke berbagai segmen masyarakat. Hingga Mei 2025, tercatat 68 kegiatan edukasi keuangan telah digelar dan menjangkau lebih dari 5.294 orang secara langsung, serta 101.282 orang melalui media sosial.
Program edukasi dilakukan melalui berbagai metode, seperti tatap muka, media digital, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan melalui inisiatif seperti SiMolek, program 1-5 km care, OJK Ngiring ke Banjar, hingga Training of Trainers (ToT) untuk anggota Satgas PASTI.
Selama Januari–Mei 2025, Kantor OJK Bali telah menerima 245 pengaduan dari konsumen sektor jasa keuangan. Rinciannya: 103 pengaduan terhadap perusahaan P2P lending, 96 pengaduan sektor perbankan, 40 terhadap perusahaan pembiayaan, dan sisanya berasal dari sektor asuransi dan pasar modal. Dari total pengaduan tersebut, 213 telah selesai ditangani, 7 masih dalam proses oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), dan 25 masih menunggu tanggapan dari konsumen.
Di sisi lain, OJK juga memberikan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) kepada masyarakat. Hingga Mei 2025, sebanyak 4.846 orang telah memanfaatkan layanan penarikan data iDeb, baik secara daring maupun langsung. Dengan bauran kebijakan pengawasan, penegakan hukum yang efektif, serta sinergi antar lembaga, OJK optimistis sektor jasa keuangan di Bali akan tetap stabil dan tumbuh berkelanjutan. (LE-Vivi)







