Petugas Gabungan Razia Pelajar Bolos Sekolah di Lamongan

Petugas gabungan razia sejumlah pelajar yang bolos sekolah di wilayah Kecamatan Ngimbang, Lamongan. (Foto: dok Koramil Ngimbang)

Lamongan, LenteraEsai.id – Petugas gabungan yang terdiri atas unsur Satpol PP, TNI dan Polri, diterjunkan ke sejumlah tempat dan jalan raya di wilayah Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur untuk melakukan razia terhadap anak-anak pelajar yang bolos sekolah.

Sejumlah siswa yang ketahuan nongkrong atau berada di luar sekolah pada jam-jam berlangsungnya pelajaran di kelas pada Rabu (27/9/2023) siang, dijaring petugas gabungan untuk diangkut ke Kantor Kecamatan Ngimbang guna dilakukan pendataan dan pembinaan.

Bacaan Lainnya

Petugas Satpol PP yang turun ke lokasi kegiatan menyebutkan, razia ‘Kasih Sayang’ yang dilakukan pihaknya dengan melibatkan unsur Koramil dan Polsek Ngimbang, dimaksudkan untuk menekan jumlah anak pelajar yang belakangan ini diketahui cukup banyak yang bolos sekolah, namun tetap berangkat dari rumahnya.

“Si anak berangkat dari rumah, namun tidak datang ke sekolah, melainkan nongkrong atau kongko-kongko di suatu tempat dengan beberapa orang temannya yang lain,” ucapnya, menjelaskan.

Pj Danramil Ngimbang, Serma Suyanto, ketika dihubungi membenarkan bahwa anggota di jajarannya ambil bagian dalam razia anak-anak pelajar yang bolos sekolah pada siang itu. “Ya, kami sengaja menerjunkan personel untuk membantu pihak Satpol PP dalam melakukan razia penertiban pelajar tersebut,” ujarnya.

Penerjunan anggota Koramil itu sebagai wujud sinergitas antarinstansi, khususnya yang ada di Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, kata Serma Suyanto, penuh semangat.

Suyanto menambahkan, belasan pelajar yang terjaring razia ‘Kasih Sayang’ tersebut langsung digirig ke Kantor Kecamatan Ngimbang. Di lokasi itu, para pelajar dilakukan pendataan dan pembinaan, dengan harapan tidak mengulangi lagi perbuatan serupa.

“Dari pihak Satpol PP juga melakukan pemanggilan terhadap orang tua masing-masing pelajar dan pihak sekolah untuk diajak secara bersama-sama mencari solusi terbaik demi anak-anak kita ke depannya,” kata Suyanto dengan mengungkapkan, sedikitnya 13 pelajar dari kalangan SMP dan SMK yang terjaring petugas gabungan siang itu. (LE/Jet)

Pos terkait