Jimbaran, LenteraEsai.id – Pengambilan sumpah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru di lingkungan Unud diselenggarakan di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Badung pada Selasa (2/5/2023), dipimpin oleh Rektor Universitas Udayana Prof I Nyoman Gde Antara.
Acara yang dihadiri pula oleh unsur pimpinan universitas dan fakultas, diawali dengan upacara Mejaya-jaya di Pura Maha Widya Saraswati bagi PNS yang beragama Hindu. Selanjutnya dengan didampingi oleh rohaniawan sesuai agama masing-masing seluruh PNS baru melaksanakan acara pengambilan sumpah dan penandatanganan berita acara secara simbolis yang dilakukan oleh perwakilan masing-masing agama.
Sebanyak 102 PNS yang diambil sumpah/janjinya siang itu, terdiri atas seorang tenaga kependidikan di Biro Umum, 5 orang tenaga pendidik (dosen) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 10 orang dosen di Fakultas Hukum, 43 orang dosen di Fakultas Kedokteran, 8 orang di Fakultas MIPA, 4 orang dosen di Fakultas Pariwisata, 6 orang dosen di Fakultas Pertanian, 23 orang Fakultas Teknik, dan 2 orang dosen di Fakultas Teknologi Pertanian.
Rektor Prof Antara dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada PNS yang telah bergabung di Unud dan berharap kehadirannya memperkuat barisan untuk memajukan Universitas Udayana yang dicintai bersama. Proses yang begitu panjang telah dilalui dalam persaingan yang begitu ketat, terlebih lagi masa kekinian di mana pemerintah jelas-jelas membutuhkan PNS dalam jumlah yang sangat kecil. Maka dari itu dengan persaingan yang begitu ketat dari awal sampai akhir maka para PNS ini telah berhasail melalui tahapan-tahapan dengan baik sehingga diterima sebagai pegawai negeri sipil yang pada akhirnya sekarang mengucapkan janji/sumpah sebagaimana persyaratan yang diberlakukan.
“Mudah-mudahan bergabungnya saudara di keluarga besar Universitas Udayana memberikan dampak yang siginifikan untuk kemajuan Universitas Udayana yang sama-sama kita cintai,” ujar Rektor Unud dengan mengingatkan, tugas dan tanggung jawab sebagai pegawai negeri sipil itu adalah tanggung jawab kepada bangsa dan negara, sehingga PNS pada hahekatnya adalah pengabdian. “Marilah kita sama-sama memajukan Universitas Udayana di mana pun ditugaskan sebagai aparatur sipil negara, dapat selalu bersinergi,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut Rektor juga menjelaskan sekilas tentang Unud yang saat ini masih berstatus BLU (Badan Layanan Umum) dan akan segera menapak menjadi PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum). Dalam masa transformasi ini sungguh banyak yang harus dilakukan, dan keberhasilan Unud sebagian besar akan ditentukan oleh kesiapan SDM baik itu tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan, mahasiswa dan termasuk pada alumni.
Untuk Rektor berharap agar civitas akademika Universitas Udayana dapat bekerja dengan sungguh-sungguh karena tantangan ke depan menjadi PTN- BH luar biasa beratnya. “Harapan kita setelah menjadi PTN-BH pilar-pilar universitas seperti profesionalisme, efisiensi dan lainnya otomatis dapat tercipta, karena pada prinsipnya PTN-BH berarti peningkatan layanan kepada masyarakat di bidang pendidikan dengan mengusung efisiensi yang setinggi-tingginya. Melalui pengucapan sumpah atau janji ini, para PNS senantiasa dapat menjadi insan-insan yang bertanggung jawab terhadap apa yang mesti dilakukan,” katanya.
Sementara khusus untuk PNS baru di lingkungan FMIPA Unud, tercatat delapan orang, yakni Gst Ayu Vida Mastrika Giri SKom MCs, Ida Ayu Gde Suwiprabayanti Putra SKom MT, I Gede Surya Rahayuda MKom, Ni Putu Yuni Nurmalasari MSi, Putu Veri Swastika MSi, IK Putra Juliantara MSi, Ni Made Widi Astuti SFarm MSi, dan Anggun Yuliarum Qur’ani SSi MSc.
Saat dihubungi terpisah, salah satu PNS di lingkungan FMIPA yaitu Gst Vida Mastrika Giri SKom MCs yang merupakan alumni S1 PS Ilmu Komputer Universitas Udayana dan juga alumni S2 PS Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada, mengaku sangat senang dan bangga bisa menjadi dosen PNS di Universitas Udayana.
“Selama menjadi CPNS, saya mempelajari bahwa suasana kerja di Fakultas MIPA sangat baik, semua komponen saling mendukung sehingga saya dan semua dosen CPNS bisa beradaptasi dan menjalankan tugas dengan baik. Sebagai dosen PNS baru, saya berharap semoga kami dapat menjunjung tinggi nama baik diri kami sendiri dan institusi, serta menepati semua sumpah yang kami ucapkan tadi,” ujarnya.
Sementara itu IK Putra Juliantara MSi, PNS dari Program Studi Biologi menyampaikan, pengambilan sumpah/janji PNS merupakan momen sakral tak terlupakan karena di setiap janji yang terucap harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada diri sendiri, institusi, dan negara.
“Semoga setelah saya kini 100% menjadi PNS, menjadi motivasi lebih untuk memajukan FMIPA khususnya, dan Universitas Udayana umumnya, serta dapat melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan lebih optimal,” katanya, penuh semangat. (LE-DP)
Sumber: www.unud.ac.id







