Buleleng, LenteraEsai.id – Timbulnya kemelut antara pecalang dan sekelompok warga yang ramai-ramai mengendarai sepeda motor di saat umat Hindu merayakan Hari Suci Nyepi di Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng pada Rabu (22/3) lalu, tak membuat adanya perseteruan antarwarga masyarakat yang majemuk di daerah tersebut.
Terbukti, puluhan warga masyarakat baik yang beragama Islam maupun Hindu, secara bersama-sama dan penuh rasa persaudaraan melakukan paruman yang dibarengi dengan acara buka puasa bersama di aula gedung Desa Sumberkelampok pada Minggu (26/3/2023) petang sekitar pukul 18.00 Wita.
Suasana buka puasa bersama tersebut selain penuh dengan cita rasa kekeluargaan, juga diwarnai senda gurau sebagaimana layaknya masyarakat yang hidup rukun dan akrab berdampingan secara turun-temurun dalam waktu yang cukup lama. Mereka sama sekali tidak mempertontonkan sekat-sekat perbedaan, demikian pewarta LenteraEsai melaporkan dari Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak.
Tampak hadir dalam acara buka puasa bersama yang penuh diwarnai pancaran toleransi dalam rajutan ‘Tat Twam Asi’ itu, antara lain Camat Gerokgak, Kapolsek Gerokgak, Danramil Gerokgak, Forum Komunikasi Umat Beragama Kecamatan Gerokgak serta Ketua MUI Kabupaten Buleleng.
“Saya berterima kasih atas undangan dari Pak Perbekel sehingga dapat hadir guna memberikan sentuhan Tut Wuri Handayani kepada seluruh warga di Desa Sumberkelampok, dan apresiasi yang setinggi-tingginya karena sudah menyalakan pelita kedamaian antarwarga yang kondusif,” kata Camat Gerokgak Ketut Aryawan S STP MM.
Acara paruman dan buka puasa bersama itu diselenggarakan oleh Perbekel Desa Sumberkelampok Wayan Sawitra Yasa, yang menyatakan bahwa pihaknya harus ‘Ing Ngarso Sung Tulodo’ untuk mengayomi semua umat di desanya sesuai amanat dan hakekat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
Gayung bersambut, seluruh warga masyarakat dapat ambil bagian dalam paruman yang dibarengi dengan buka puasa bersama yang juga dihadiri petugas Babinsa, Babinkamtibmas, Kelian Desa Adat, Ketua Ta’mir Masjid Sumberkelampok, Ketua Ansor dan Banser Sumberkelampok, tokoh pemuda, tokoh umat Islam dan Hindu, pecalang dan Bakamda Desa Sumberkelampok.
“Marilah kita bergotong royong bersama menciptakan suasana keamanan berdasarkan rasa toleransi demi Desa Sumberkelampok yang kita cintai bersama,” ujar Sawitra Yasa, mengajak seluruh warga yang hadir pada acara petang hingga malam hari itu. (LE/Nom)







