Tabanan, LenteraEsai.id – Sebagai wujud nyata dukungan terhadap masyarakat dalam bersinergi mewujudkan pembangunan yang harmonis sekala dan niskala menuju Tabanan Era Baru, Bupati Tabanan Dr I Komang Gede Sanjaya SE MM, selalu berkesempatan hadir di tengah-tengah masyarakat. Seperti halnya kali ini dengan didampingi jajaran, menghadiri serangkaian Karya Ngenteg Linggih di Madya Mandala Pura Gede Bingin Ambe, Desa Adat Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Senin (23/1).
Upacara Dewa Yadnya tersebut juga turut dihadiri anggota DPR RI I Made Urip, Wakil Bupati I Made Edi Wirawan SE, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga beserta anggota, I Wayan Sudiana dan Eka Putra Nurcahyadi. Nampak juga Danrindam IX Udayana, Sekda, para Asisten, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat dan unsur Forkopimcam Kediri, Perbekel, Bendesa Adat serta tokoh masyarakat dan krama Banjar Anyar pun sangat antusias menyambut kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran.
Rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Karya Agung Caru Balik Sumpah, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Melaspas dan Mupuk Pedagingan ini dilaksanakan krama Banjar Anyar serangkaian dengan telah rampungnya pembangunan di Madya Mandala Pura Gede Bingin Ambe. Sesuai penuturan I Made Raka selaku Panitia Karya, bahwa karya ini telah dikonsepkan dengan baik dan untuk upakara dikerjakan swadaya oleh krama, di mana dana pembangunan sampai karya meruapakan bantuan pemerintah dan gotong-royong masyarakat dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada krama Banjar Anyar atas konsep karya yang sangat baik serta mengedepankan persatuan krama. Selain itu, Sanjaya juga memaparkan bahwa, melalui kolaborasi pihak legislatif dan jajaran Pemkab Tabanan dengan masyarakat merupakan modal terpenting dalam mencapai visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).
“Astungkara ini pertama kalinya titiang sembahyang di Kahyangan yang besar, tatanannya, ornamenya, letaknya sangat luar biasa, parahyangan yang sangat indah dan agung sekali. Tadipun saya bicara dengan Bendesa Adat, kalau mungkin ada silsilah puranya, titiang di Pemkab Tabanan melalui Brida nanti ngecek parahyangan-parahyangan yang ada di Tabanan karena kita wajib mengetahui sejarah setiap parahyangan, begitupun dengan masyarakat,” ujar Sanjaya.
Orang nomor satu di Tabanan itu juga mengungkapkan, bahwa Tabanan memiliki parahyangan terbanyak hampir di seluruh kabupaten/kota di Bali. Maka dari itu Sanjaya sangat berharap agar generasi berikutnya selalu menjaga dan melestarikan parahyangan-parahyangan yang ada khususnya di Kabupaten Tabanan sebagai cerminan bhakti dan ungkapan syukur sebagai umat Hindu yang telah diwarisi tradisi dan budaya yang adiluhung.
“Sekali lagi tiang sampaikan kepada masyarakat agar selalu mengucap syukur atas karunia dan nikmat yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Begitu juga, mari kita tetap kompak bersatu dalam mencapai visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, serta saya juga berharap agar masyarakat dan pemerintah selalu bersinergi dengan baik menyongsong pembangunan kedepan,” ujar Sanjaya.
Sementara masyarakat Desa Adat Banjar Anyar yang diwakili Bendesa Adat I Made Raka, menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dukungan Bupati beserta jajaran. Pihaknya juga berharap pemerintah selalu memberikan dukungan dalam pembanguanan ke depannya. Pihaknya juga menyatakan akan selalu bersinergi dan mengedepankan semangat persatuan dan gotong-royong dalam mewujudkan pembangunan di daerah ini. (LE-AS)







