Buleleng, LenteraEsai.id – Bupati Buleleng Bali I Nyoman Sutjidra bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunga Indah Desa Sumberklampok, Buleleng, memanen ikan bandeng kualitas premium yang siap ekspor ke Malaysia dan Filipina.
“Ikan bandeng menjadi salah satu komoditas yang dibudidayakan di kawasan lepas pantai Desa Sumberklampok dan hasilnya telah dilirik dan diekspor ke negara tetangga,” kata Sutjidra melalui siaran pers yang diterima di Singaraja, Bali, Sabtu.
Ia mengatakan pada panen perdana ini, volume ikan yang berhasil diangkat diperkirakan mencapai tiga ton dengan klasifikasi berat kisaran tiga sampai empat ekor per kilo dari total 16 kolam aktif. Keseluruhan hasil panen diperkirakan memiliki potensi sebanyak delapan ton panen ikan bandeng dengan ukuran siap ekspor.
Sutjidra juga menyampaikan budidaya tersebut selain diperuntukkan untuk mendukung ketahanan pangan sesuai dengan kebutuhan, juga didorong untuk memberikan nilai ekonomi yang lebih kepada petani dan nelayan yang ada di Desa Sumberklampok.
“Mudah-mudahan keberhasilan ini menjadi contoh atau model yang memotivasi kelompok-kelompok lainnya dalam mengembangkan budidaya ikan bandeng, khususnya di wilayah Kecamatan Gerokgak,” ujar Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.
Melihat potensi yang begitu besar, Pemkab Buleleng pun berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan di sektor tersebut.
Tercatat ada lebih dari 60 kelompok nelayan yang aktif dan turut serta mendukung budidaya ikan bandeng dengan menargetkan kejayaan sektor perikanan lokal, sekaligus mengukuhkan wilayah ini sebagai sentra produksi utama atau “Kampung Bandeng” yang diakui secara nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat menyampaikan bahwa komoditas yang ditanam sejak Desember lalu ini berhasil dipanen dalam waktu 5–6 bulan berkat kondisi air laut yang mendukung.
Proyek demplot percontohan itu, kata dia, bertujuan memaksimalkan potensi laut demi ekonomi masyarakat pesisir.
Tidak hanya berfokus di sektor hulu, program ini juga mendorong hilirisasi melalui unit usaha bandeng cabut duri guna mendongkrak nilai jual produk.
“Pemerintah Daerah terus berkomitmen untuk terus mengedukasi nelayan agar wilayah Gerokgak sukses menjadi pusat budidaya bandeng premium,” kata dia.
Adapun proses budidaya ikan bandeng di Gerokgak Buleleng dilakukan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunga Indah di bawah binaan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng.
Bibit bandeng (nener) dipilih dan dipelihara dengan masa pemeliharaan selama hampir enam bulan, atau tepatnya lima bulan 17 hari, hingga siap dipanen. (LE)
Source: ANTARA







