Denpasar, LenteraEsai.id – Kantor Imigrasi Ngurah Rai Bali, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi warga negara asing (WNA) yang melebihi izin tinggal (overstay) akibat gangguan penerbangan internasional imbas konflik di Timur Tengah.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi global yang berdampak pada mobilitas penumpang internasional. Menurutnya, pembatalan atau penundaan penerbangan berpotensi membuat WNA tidak dapat meninggalkan Indonesia sesuai jadwal izin tinggal.
Ia mengimbau WNA yang masa izin tinggalnya hampir habis atau telah berakhir karena keadaan darurat penerbangan untuk segera melapor ke kantor imigrasi atau pos layanan keimigrasian di bandara guna memperoleh arahan resmi. Penanganan kasus akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan mempertimbangkan kondisi force majeure.
Pihak imigrasi menegaskan setiap kasus akan ditangani secara profesional dan proporsional, dengan tetap menjunjung kepastian hukum serta pelayanan publik. Selain itu, calon penumpang rute internasional, khususnya yang transit melalui Timur Tengah, diminta rutin memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai dan berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara.
Untuk mengantisipasi lonjakan antrean, jumlah petugas ditambah dari 25 orang per shift menjadi 30 orang pada area kedatangan dan keberangkatan internasional. Imigrasi juga berkoordinasi dengan otoritas bandara, maskapai, dan instansi terkait dalam pemantauan rute penerbangan serta aktivasi rencana kontingensi bagi penumpang terdampak.
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah menyebabkan penutupan wilayah udara di sejumlah negara, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran. Kondisi tersebut berdampak langsung pada jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali.
Berdasarkan pemantauan per 1 Maret 2026 pukul 01.00 Wita, sedikitnya lima penerbangan dari Bali terdampak, masing-masing dioperasikan oleh Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963 dan QR961), serta Emirates (EK369 dan EK399). (LE)







