16 Warga Bali Meninggal Akibat Gigitan Rabies, Tak Berobat ke Faskes

16 Warga Bali Meninggal Akibat Gigitan Rabies, Tak Berobat ke Faskes
Kabid P2P Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti bahas korban meninggal dunia akibat gigitan hewan penular rabies sepanjang 2025 di Denpasar, Jumat (9/1).

Denpasar, LenteraEsai.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali mencatat sebanyak 16 orang meninggal dunia sepanjang 2025 akibat gigitan hewan penular rabies. Seluruh korban diketahui tidak mendatangi fasilitas layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, mengatakan hampir seluruh korban meninggal tidak mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan sehingga tidak memperoleh perawatan luka maupun vaksinasi rabies.

Bacaan Lainnya

Ia menyebutkan, korban meninggal tersebut berasal dari Kabupaten Badung sebanyak empat orang, Karangasem tiga orang, Buleleng tiga orang, Jembrana tiga orang, Tabanan satu orang, Gianyar satu orang, dan Bangli satu orang.

Jumlah kematian akibat rabies pada 2025 ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak tujuh orang.

Selain kasus kematian, Dinkes Bali juga mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 66.760 kasus gigitan hewan penular rabies. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47.887 orang telah mendapatkan vaksin anti-rabies (VAR).

Raka Susanti menjelaskan tidak semua korban gigitan harus diberikan VAR. Namun demikian, penanganan tetap wajib dilakukan, baik dengan membersihkan luka secara mandiri serta memantau kondisi hewan, maupun dengan melapor ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Ia menambahkan bahwa pola korban meninggal dunia akibat rabies relatif sama dari tahun ke tahun, yakni tidak datang ke fasilitas kesehatan setelah tergigit. Meski demikian, Dinkes Bali terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi hingga ke tingkat puskesmas.

Dinkes Bali kembali mengimbau masyarakat yang mengalami gigitan hewan penular rabies agar segera mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama minimal 15 menit, kemudian langsung mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Raka Susanti juga memastikan ketersediaan vaksin anti-rabies di Bali dalam kondisi aman dan mencukupi. Saat ini, total stok VAR di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi mencapai 88.599 vial. (LE-VJ)

Pos terkait