Sidoarjo, LenteraEsai.id — Di tengah tren camilan yang marak di media sosial, anak muda asal Krian, Sidoarjo, Ahmad Adi Sudrajat, berhasil mengembangkan bisnis makanan ringan berbasis makaroni melalui brand Makaroni SOS. UMKM yang dirintis sejak 2020 ini kini tumbuh pesat dan melayani ribuan pesanan setiap hari berkat kolaborasinya dengan platform e-commerce Shopee.
Berbekal minat berwirausaha sejak SMA dan terinspirasi dari toko kecil milik ibunya, Ahmad memulai usaha camilan bersama adiknya saat pandemi COVID-19. Dengan modal terbatas, keduanya memasarkan produk secara daring melalui Shopee. Hanya dalam satu malam, pesanan pertama pun masuk.
“Awalnya hanya 1–5 pesanan per hari, tapi berkat Shopee, kini kami bisa menangani hingga lebih dari 10.000 pesanan setiap harinya,” ujar Ahmad.
Makaroni SOS menyajikan beragam varian seperti makaroni kering, makaroni mekar, dan makaroni bumbu basah. Seluruh produk dikemas secara higienis dan menggunakan bahan baku berkualitas. Ahmad menekankan bahwa keunggulan produknya bukan hanya dari rasa, tetapi juga layanan pelanggan yang cepat dan kualitas yang konsisten.
Sejak bergabung dengan Shopee pada 2021, Makaroni SOS mengalami lonjakan omzet setiap tahun. Shopee menjadi titik balik penting yang membuka akses pasar lebih luas. Kini, usaha rumahan tersebut telah mempekerjakan sekitar 30 karyawan dari lingkungan sekitar.
Tak hanya berjualan, Ahmad juga aktif memanfaatkan berbagai fitur Shopee seperti Shopee Live, Shopee Video, dan Affiliate Marketing untuk meningkatkan interaksi dengan konsumen. Shopee Live bahkan menyumbang hingga 30 persen dari total penjualan harian.
Momentum besar terjadi saat kampanye Ramadan 2025, ketika Makaroni SOS mencatat lonjakan pesanan hingga empat kali lipat. Ahmad mengantisipasi lonjakan tersebut dengan menambah tenaga produksi dan menyusun ulang strategi operasional agar pesanan tetap terlayani tepat waktu dan berkualitas.
“Shopee sangat membantu kami yang membangun usaha dari nol. Platform ini memberi dukungan di setiap tahap, dari penanganan pesanan, menjaga rating, hingga memahami kebutuhan konsumen,” jelasnya.
Ahmad berharap, Makaroni SOS dapat menjangkau pasar nasional hingga internasional, serta membawa cita rasa camilan khas Indonesia ke panggung global.
“Bagi saya, membangun usaha ini bukan sekadar menjual camilan, tetapi juga bentuk kontribusi anak muda dalam mengangkat potensi kuliner lokal,” tambahnya.
Masyarakat dapat menemukan produk Makaroni SOS melalui kanal Shopee Pilih Lokal yang mengkurasi beragam produk UMKM berkualitas. (LE-Vivi)







