Indonesia Jadi Sorotan Dunia, Wujudkan UHC Hanya dalam 10 Tahun

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti diundang menjadi salah satu panelis dalam acara INSPIRE Health Forum yang diselenggarakan pada 7-11 Juli 2025 di Manila, Filipina - (Foto: Dok Humas BPJS Kesehatan)

Manila, LenteraEsai.id – Keberhasilan Indonesia mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) hanya dalam waktu 10 tahun menuai pujian internasional. Dalam forum INSPIRE Health Forum di Manila, Filipina, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa capaian ini tak lepas dari komitmen kuat pemerintah dan kolaborasi lintas sektor.

“Berdasarkan jurnal The Lancet tahun 2012, negara-negara Asia rata-rata membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai cakupan jaminan kesehatan menyeluruh. Bahkan Jerman butuh 127 tahun. Indonesia hanya 10 tahun,” ujar Ghufron, Senin (07/07).

Bacaan Lainnya

Saat ini, lebih dari 98% penduduk Indonesia telah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pertumbuhan kepesertaan yang pesat menjadikan Indonesia sebagai rujukan global dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan sosial. BPJS Kesehatan pun kerap menerima kunjungan studi banding dari berbagai negara.

Ghufron menekankan, perluasan kepesertaan harus diimbangi dengan akses layanan yang merata. Hingga 2024, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.162 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Sebanyak 66,13% rumah sakit mitra merupakan milik swasta, dan jumlah rumah sakit rekanan meningkat 88% dalam satu dekade terakhir.

Untuk menjangkau daerah terpencil, BPJS Kesehatan juga menggandeng rumah sakit terapung guna memastikan pelayanan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Komitmen kami adalah pelayanan tanpa batas (borderless), di mana peserta JKN bisa mengakses layanan di seluruh Indonesia tanpa terikat domisili,” tambah Ghufron, yang juga menjabat sebagai Ketua TC Health International Social Security Association (ISSA). (LE-Vivi)

Pos terkait