Banjir Luapan Sungai Citarum Berdampak pada 997 Warga di Kabupaten Karawang

Banjir rendam ratusan rumah penduduk di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. (Foto: dok BNPB)

Karawang, LenteraEsai.id – Sebanyak 330 keluarga yang terdiri atas 997 jiwa dilaporkan terdampak banjir luapan Sungai Citarum yang sejak Minggu (31/12/2023) lalu melanda wilayah Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Peristiwa itu terjadi setelah hujan turun dengan cukup deras hingga mengakibatkan aliran Sungai Citarum dan beberapa sungai di sekitarnya seperti Cibeet dan Sungai Cidawolong, meluap masuk ke wilayah pemukiman warga.

Bacaan Lainnya

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat 330 KK atau 997 jiwa terdampak banjir. Adapun limpasan air ini melaju hingga ke Desa Karangligar, Kecamatan Teluk Jambe Barat. Hasil asesmen sementara, terdapat 227 rumah tergenang air dengan ketinggian berkisar antara 20-130 sentimeter.

Atas peristiwa itu, dilaporkan sedikitnya 300 warga terpaksa mengungsi ke kantor desa maupun rumah kerabat terdekat. Sebagai bentuk respon cepat, BPBD Kabupaten Karawang bersama unsur TNI-Polri, aparat desa, linmas, dan relawan melakukan evakuasi dan penanganan darurat di lokasi.

Dukungan Darurat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera memberikan dukungan guna mempercepat penanganan darurat. Adapun bantuan yang akan disalurkan antara lain makanan siap saji 1.000 pouch, sembako 500 paket, air mineral 500 dus, dan tenda pengungsi 2 unit.

Terkait pemenuhan kebutuhan dasar, tim gabungan juga telah mendirikan tenda darurat untuk pengungsian beserta dapur umum. Mengenai kesehatan, koordinasi terus dijalin dengan Puskesmas Wanakerta untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan di lokasi terdampak.

Pemerintah setempat juga telah menerbitkan SK Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Rob, Abrasi, Longsor dan Pergerakan Tanah serta Puting Beliung/Angin Kencang Nomor 360/Kep 548-huk/2023 yang berlaku hingga 31 Mei 2024.

Hingga kini, dari pantauan visual dilaporkan air masih menggenang sejumlah rumah warga. Terkait cuaca, apabila merujuk prakiraan yang dikeluarkan BMKG, hingga 6 Janjurai untuk wilayah Kabupaten Karawang masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Menyikapi hal ini, BNPB mengimbau kepada warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan potensi risiko bencana hidrometeorologi. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lama diharapkan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai untuk dapat melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.

Selain itu, mengingat sudah mulai memasuki peralihan musim, hendaknya untuk membekali informasi seputar prakiraan cuaca melalui InfoBMKG dan potensi risiko bencana melalui InaRISK BNPB, ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari Phd, menyampaikan.

Pewarta: Ealsya Prosapuri
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait