PHDI Badung Gelar Pesamuhan Madya, Rumuskan Sejumlah Materi

Kegiatan Pesamuhan Madya yang diadakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung. (Foto: Dok. Pemkab Badung)

Mangupura, LenteraEsai.id – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung menggelar kegiatan Pesamuhan Madya, di Ruang Gosana III Gedung DPRD Badung di Mangupura pada Minggu (24/9/2023).

Kegiatan Pesamuhan Madya ini dihadiri hampir 100 orang peserta dari perwakilan semua komponen. Turut hadir Ketua DPRD Badung mewakili Bupati, Kadis Sosial Badung, Kadis Kebudayaan, Ketua PHDI Badung, Ketua Harian PHDI Bali, Sekretaris Dinas Pendidikan, perwakilan Disdukcapil, dan Ketua Widya Sabha Badung.

Bacaan Lainnya

Ditemui di sela kegiatan Ketua PHDI Badung I Gede Rudia Adiputra mengatakan, kegiatan Pesamuhan Madya PHDI Kabupaten Badung ini, diamanatkan dalam anggaran dasar PHDI, yang minimal digelar 2 kali dalam 1 periode atau 2 kali dalam 5 tahun. Untuk di Badung, kata dia, sudah dilaksanakan 2 kali, yakni tahun lalu dan tahun sekarang.

“Tentu sangat memungkinkan juga Pesamuhan berikutnya bisa digelar pada tahun mendatang,” ujar Rudia.

Lebih lanjut Rudia menyampaikan, pesamuhan ini merupakan forum yang melibatkan tidak hanya pengurus PHDI, namun juga dihadiri semua komponen organisasi  yang berbasis agama dan adat.

“Dalam kegiatan ini juga mengundang unsur perwakilan pemerintahan, seperti dari Dukcapil, Kementerian Agama, Dinas Kebudayaan, Disdikpora, para pasemetonan di Badung, lembaga pendidikan seperti pasraman di Badung dan mitra kerja lembaga, seperti Widya Sabha, Pinandita Sanggraha, MDA, WHDI, PSN, dan Listibya,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap berbagai informasi yang berkaitan dengan kehidupan beragama, dapat direkam untuk disempurnakan. Sehingga, apa yang telah dirancang pada paruman sulinggih, dan paruman pandita beberapa waktu lalu, bisa disepakati, dijadikan keputusan dalam Pesamuan Madya. Nantinya, lanjut dia, kesepakatan inilah yang akan disosialisasikan kepada umat Hindu, sebagai pedoman untuk mampu beragama yang semakin efektif, beragama yang semakin mampu meningkatkan kualitas kehidupan umat Hindu.

“Semua aspek ini kita bahas, karena memang beragama itu tidak semata-mata berurusan dengan Tuhan dengan upakaranya. Namun juga berkaitan dengan sosial kemasyarakatan, pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan lainnya,” kata Rudia menegaskan.

Pesamuan ini berhasil merumuskan beberapa materi. Pertama berkaitan dengan upacara Sudi Wadani, kedua berkaitan dengan pewarisan yang meliputi aspek Tri Hita Karana, ketiga terkait pemaknaan dan penggunaan pis bolong, penggunaan pelangkiran tempat memuja Ista Dewata di masing-masing bangunan dan rumah tangga. Inilah yang diputuskan dan disepakati untuk dipedomani oleh umat, baik untuk di rumah tangga maupun di tingkat yang lebih besar.

“Semoga apa yang kita putuskan, apa yang kita sepakati dalam paruman ini, yang melibatkan Sulinggih, Walaka dan berbagai unsur, bisa menjadi pedoman hidup bersama-sama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian PHDI Bali yang diwakili Sekretaris PHDI Bali, Putu Wirata Dwikora menyampaikan apresiasi kepada pihak PHDI Badung, terkait pelaksanaan Pesamuhan Madya ini. Pihaknya berharap dari Pesamuhan Madya ini ada keputusan dan rekomendasi yang baik untuk nantinya bisa diterapkan kepada masyarakat Kabupaten Badung.  (LE/Vik)

Pos terkait