Berlangsung Meriah, Pembukaan BBK di Buleleng Tampilkan Tari Pancasila dan Tari Tani

Tari Pancasila dan Tari Tani berhasil direkonstruksi dan dipentaskan pada pembukaan Bulan Bung Karno di Buleleng. (Foto: Humas Pemkab Buleleng)

Sukasada, LenteraEsai.id – Dua tari tradisional karya seniman Den Bukit, dipentaskan pada pembukaan Bulan Bung Karno (BBK) tahun 2023, di Sukasada, Kabupaten Buleleng, Kamis (1/6/2003) malam. Dipentaskan untuk membangkitkan kembali tari ‘buhun’ tersebut, adalah inisiatif dari Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana.

Di atas pentas di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno Kecamatan Sukasada tersebut, tampak dua tari tradisional ciptaan I Ketut Merdana (alm), maestro Buleleng (Den Bukit) asal Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu itu, berhasil digelar setelah melalui proses rekonstruksi.

Bacaan Lainnya

Tari Pancasila dan Tari Tani merupakan tarian tradisional yang tercipta sekitar tahun 1950 silam. Momen pembukaan Bulan Bung Karno yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila menjadi hari yang tepat bagi dua tarian tersebut untu dipentaskan.

Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana dalam sambutannya mengatakan Bulan Bung Karno harus dimaknai dengan menggaungkan kembali ajaran Trisakti. Yakni berdikari di bidang ekonomi, berdaulat di bidang politik, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Pada konteks berkepribadian bidang kebudayaan, Pj Bupati Lihadnyana menaruh perhatian pada hasil karya maestro Buleleng yang dinyatakan punah karena tidak pernah ditarikan dalam waktu yang lama. “Pada hari ini kita merekonstruksi tari Pancasila dan Tari Tani, kedua tari tersebut kita hidupkan lagi. Kita bisa saksikan pementasannya,” ungkapnya.

Sementara itu dalam konteks berdikari bidang ekonomi, Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana telah bersungguh-sungguh untuk memajukan UMKM Buleleng. Dengan memberikan ruang pada pelaku UMKM di setiap kegiatan yang diselenggarakan pemerintah. “Setiap kegiatan wajib menggunakan produk yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Buleleng. Termasuk hari ini,” ucapnya.

Di sisi lain, untuk memajukan Kabupaten Buleleng di kancah provinsi, Penjabat Bupati asal Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu ini berencana memasang spot-spot informasi pembangunan menggunakan media videotron di beberapa titik. Agar masyarakat dapat melihat perkembangan pembangunan Buleleng secara langsung. “Sehingga Kabupaten Buleleng bisa bersinar dan bisa dilihat hasil-hasil pembangunan di daerah ini,” katanya.

Selain pementasan dua tari tersebut, pembukaan Bulan Bung Karno ke-5 juga dimeriahkan dengan fashion show busana endek oleh desainer, guru dan dosen, serta hiburan band dari grup band lokal SINE dan Ake Buleleng, dan penyerahan bonus kepada sejumlah atlet yang mengikuti kejuaraan baik nasional maupun internasional. (LE/Nom)

Pos terkait