Pemkab Buleleng Gelar Lomba Makan Buah, Ajak Masyarakat Cintai Produk Lokal

Lomba makan buah lokal digelar Pemerintah Kabupaten Buleleng serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Singaraja (Foto: Dok Humas Pemkab Buleleng)

Singaraja, LenteraEsai.id – Melalui lomba makan buah serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Singaraja, masyarakat diajak untuk mencintai dan bangga dengan produk buah lokal Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara.

Lomba makan buah lokal digelar Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam hal ini Dinas Pertanian, di areal Taman Kota Singaraja pada Jumat (24/3/2023). Usai giat jalan santai, peserta lomba makan buah yang terdiri atas para aparatur pemerintahan dan masyarakat umum, diharuskan menghabiskan buah-buahan lokal seperti pisang, salak, rambutan dan anggur yang disediakan panitia.

Bacaan Lainnya

Semua jenis buah yang dilombakan merupakan hasil produksi petani Kabupaten Buleleng. Tak tanggung-tanggung, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana bersama Sekda Buleleng Gede Suyasa, Ketua DPRD Gede Supriatna, Forkopimda, dan pimpinan SKPD/BUMD, juga ambil bagian sebagai peserta dalam lomba makan buah tersebut.

Di sela-sela lomba, Pj Bupati Ketut Lihadnyana mengatakan Buleleng memiliki banyak potensi khususnya produk hortikultura yang bisa menghasilkan pendapatan bagi para petani. Potensi inilah yang dibangkitkan untuk meningkatkan perekonomian Buleleng.

Tak bisa dipungkiri jika produk buah impor masih disukai masyarakat. Namun dengan lomba makan buah lokal ini, sekaligus memberikan pandangan kepada masyarakat bahwa buah lokal tak kalah kualitasnya, meski tidak bisa dibandingkan dengan produk impor sesuai jenisnya.

“Tidak bisa apple to apple. Kalau begitu mestinya salak dengan salak. Tetapi dari semua itu bagaimana kita bisa mendorong masyarakat untuk mencintai produk lokal kita. Melalui HUT kota ini kita jadikan momentum untuk ‘jengah’ kepada buah lokal. Mencintai dan bangga dengan produk lokal sendiri,” katanya, tegas.

Pj Bupati Lihadnyana menjelaskan, lomba makan buah lokal ini menjadi sebuah gerakan, yang seharusnya dipelopori oleh aparat pemerintahan terlebih dahulu. Sementara penggunaan buah lokal dalam kehidupan sehari-hari sudah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. “Pada prinsipnya transformasi ekonomi adalah menggairahkan sebuah potensi untuk mendorong ekonomi kita bergerak. Contohnya seperti hari ini,” ujarnya.

Soal kemampuan dan keinginan masyarakat menggunakan produk buah lokal, Pj Bupati Lihadnyana mengaku memang tidak bisa dipaksakan. Namun harus ada usaha yang lebih agar produk buah lokal kualitasnya semakin baik. “Kalau masyarakat kita tidak bisa dipaksa. Tapi tetap kita mengimbau. Terlebih Dinas Pertanian kita dorong untuk bisa membina petani agar menghasilkan buah yang berkualitas hingga digemari masyarakat,” katanya, menjelaskan.

Tak hanya buah, produk lokal lainnya yang ingin dibangkitkan melalui momentum HUT Kota Singaraja adalah ikan. Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan telah menyiapkan satu ton ikan untuk Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) pada puncak peringatan HUT tanggal 30 Maret 2023. Sektor perikanan menjadi salah satu potensi karena Buleleng memiliki garis pantai terpanjang di Pulau Bali.  (LE-BL1)

Pos terkait