Dua Staf Kecelakaan Saat Tugas Pendataan, Fraksi Golkar Karangasem Angkat Bicara

Karangasem, LenteraEsai.id – Beberapa anggota DPRD Kabupaten Karangasem sempat melontarkan kekhawatiran tentang kemungkinan adanya aparatur pemerintahan mengalami kecelakaan saat bertugas melakukan pendataan penduduk, ternyata menjadi kenyataan.

Beberapa waktu lalu, dua pegawai DPRD mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Jasri Karangasem saat bergerak dengan sepeda motor menuju lokasi tugas menyensus penduduk ke wilayah Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

Bacaan Lainnya

Dua orang itu Ni Wayan Ayu Fridayanti dan Ni Wayan Juni, di mana salah satunya harus menjalani rawat inap di RSUD Karangasem. Hal ini sontak mengundang simpati beberapa pejabat daerah. Seperti pada Jumat (9/9/2022), anggota DPRD Karangasem dari Fraksi Golkar menyambangi Ayu Fridayanti di ruang rawat sebagai sikap simpatik dari wakil rakyat.

Kalangan pegawai ASN maupun tenaga kontrak yang ditugaskan untuk melakukan sensus kependudukan dalam program satu data tersebut, diketahui tidak mendapatkan sokongan dana dalam melaksanakan tugas tambahan itu.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Karangasem, I Ketut Badra usai menjenguk Frida, panggilan akrab Ayu Fridayanti, menyatakan bahwa kehadiran dirinya untuk mensupport si penderita agar cepat sembuh dari penyakitnya.

“Nah, mengenai hal ini kami dari Fraksi Golkar hadir untuk memberikan support agar pasien segera sembuh. Di samping itu kami juga akan pertanyakan bagaimana ini pertanggungjawabannya sehubungan ada petugas yang mengalami kecelakan saat menjalankan tugas tambahan. Bagaimana tindak lanjutnya, terlebih lagi ini staf di DPRD,” ujar Badra.

“Inilah yang kami khawatirkan. Kami dari Fraksi Golkar sudah habis – habisan memberi masukan yang positif tentang pendataan tersebut, namun tetap dilaksanakan dengan memaksakan diri dari pihak eksekutif,” kata Badra, menandaskan.

Fraksi Golkar Karangasem sebelumnya membuat pernyataan sikap untuk mencegah hal ini terjadi. Pihaknya juga sempat menyampaikan beberapa masukan atau saran. Di antaranya terkait pelibatan ASN dan tenaga kontrak daerah sebagai tenaga survei, yang secara teknis dinilai kurang memadai, serta terkait jaminan keselamatan bagi tenaga surveyor ketika bertugas tidak jelas, sehingga keselamatan surveyor tidak terlindungi.

Menurut Badra, jika masyarakat diberikan tugas yang memang bukan kapasitas dan bukan profesinya, tentunya akan menjadi beban bagi mereka. Dan beban itu sedikit tidaknya akan berpengaruh terhadap kondisi yang bersangkutan dalam menjalankan tugasnya.

Di satu sisi, Badra mengatakan setuju dengan pendataan ini, namun cara dan sistemnya perlu diperbaiki. “Mengenai satu data kita tetap dorong dan setuju, cuman caranya, maksud saya sistemnya itu, dalam artian secara psikis apakah pegawai akan merasa tertekan diperintahkan oleh atasannya? Karena ini bukan tugasnya. Di kawasan saya yang didata itu sudah bohong-bohongan, setiap yang didata mengaku tidak punya rumah. Nah dengan situasi ini nantinya akan sulit mendapatkan data yang valid, kecuali yang mendata memang orang-orang yang mampu seperti dari pihak BPS,” katanya.

Sementara Ketua DPRD Karangasem Wayan Suastika ST bersama beberapa anggota dewan yang lain juga sempat menjenguk Frida. Tak hanya itu, dari Pemkab yang diwakili oleh Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta bersama rombongan, juga sempat membezuk Frida di rumah sakit. (LE-Ami)

Pos terkait